Sunan Ibn Majah

Kitab Sunnah

كتاب المقدمة

Bab : Penyebutan Khawarij

Sunan Ibn Majah 168
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud berkata

"Rasulullah bersabda: 'Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang masih muda usianya, dengan pikiran yang bodoh. Mereka mengucapkan kata-kata terbaik yang pernah diucapkan oleh manusia dan membaca Al-Qur'an, tetapi tidak lebih dalam dari tulang selangka mereka. Mereka akan menembus Islam seperti anak panah menembus sasarannya. Siapa pun yang bertemu dengan mereka, hendaklah ia membunuhnya, karena membunuh mereka akan mendatangkan pahala dari Allah bagi orang yang membunuh mereka."

Bab : Tentang apa yang diingkari oleh kaum Jahmiyyah (yakni melihat Allah di akhirat, dll.)

Sunan Ibn Majah 177
Diriwayatkan bahwa Jarir bin Abdullah berkata

"Kami sedang duduk bersama Rasulullah. Beliau melihat bulan purnama dan berkata, 'Sesungguhnya, kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini. Kalian tidak akan merasa sedikit pun terganggu dan sesak saat melihat-Nya. Jika kalian memiliki kekuatan untuk tidak menyerah dan mengucapkan doa ini sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam, maka lakukanlah.' Kemudian beliau membaca: "Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhan kalian sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya."

Sunan Ibn Majah 178
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata

"Rasulullah bersabda: 'Apakah kalian berdesakan untuk melihat bulan pada malam purnama?' Mereka menjawab: 'Tidak.' Beliau bersabda: 'Dan kalian tidak akan berdesakan untuk melihat Tuhan kalian pada hari kiamat.'"

Sunan Ibn Majah 180
Waki' bin Hudus meriwayatkan bahwa pamannya dari pihak ayah, Abu Razin berkata

"Aku bertanya: 'Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Allah pada hari kiamat? Dan apa tandanya dalam ciptaan-Nya?' Beliau bertanya: 'Wahai Abu Razin, apakah kalian masing-masing tidak melihat bulan secara terpisah?' Aku menjawab: 'Tentu saja.' Beliau menjawab: 'Allah Maha Besar, dan itu adalah tanda-Nya dalam ciptaan-Nya.'"

Sunan Ibn Majah 184
Diriwayatkan bahwa Jabor bin Abdullah berkata

"Rasulullah bersabda: 'Ketika penduduk surga sedang menikmati kenikmatan mereka, cahaya akan menyinari mereka, dan mereka akan mendongak, dan mereka akan melihat Tuhan mereka memandang mereka dari atas. Dia akan berkata: "Salam bagi kalian, wahai penduduk surga." Inilah yang Allah katakan dalam Ayat: "Salam (salam bagi kalian) - Kalimat dari Tuhan (Allah), Yang Maha Penyayang." Dia akan melihat mereka, dan mereka akan melihat-Nya, dan mereka tidak akan memperhatikan kesenangan (surga) selama mereka melihat-Nya, sampai Dia akan menutupi Diri-Nya dari mereka. Namun cahaya dan berkah-Nya akan tetap bersama mereka di tubuh mereka.'"

Sunan Ibn Majah 188
Diriwayatkan bahwa Aisyah berkata

"Segala puji bagi Allah yang pendengarannya meliputi semua suara. Wanita yang berdebat tentang suaminya (Al-Mujadilah) datang kepada Nabi ketika aku (duduk) di sudut rumah, dan dia mengadukan tentang suaminya, tetapi aku tidak mendengar apa yang dikatakannya. Allah berfirman: 'Sesungguhnya Allah telah mendengar pernyataan wanita yang berdebat denganmu tentang suaminya.'"

Sunan Ibn Majah 189
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata

“Rasulullah bersabda: 'Tuhanmu telah menuliskan bagi Diri-Nya sendiri dengan Tangan-Nya sendiri sebelum Dia menciptakan makhluk: "Rahmat-Ku mendahului murka-Ku."

Sunan Ibn Majah 191
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata

“Rasulullah bersabda: ‘Allah akan menertawakan dua orang, salah seorang di antara mereka membunuh yang lain, lalu keduanya masuk surga. Sebab, yang pertama berperang di jalan Allah dan mati syahid, lalu pembunuhnya bertaubat kepada Allah dan masuk Islam, lalu ia pun berperang di jalan Allah dan mati syahid.’”

Bab : Seseorang yang memperkenalkan praktik baik atau buruk

Sunan Ibn Majah 206
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa mengajak manusia kepada petunjuk yang benar, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak manusia kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun."

Bab : Kebajikan orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya

Sunan Ibn Majah 214
Diriwayatkan dari Abu Musa al-Ash'ari bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin yang membaca Al-Qur'an adalah seperti jeruk nipis, yang rasanya dan baunya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an adalah kurma yang rasanya enak tetapi tidak berbau. Rupa orang munafik yang membaca Al-Qur'an adalah kemangi yang manis, baunya enak tetapi rasanya pahit. Dan rupa seorang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti buah apel pahit yang rasanya pahit dan tidak berbau.”

Bab : Kebajikan para ulama, dan dorongan untuk mencari pengetahuan

Sunan Ibn Majah 225
Dikatakan bahwa Abu Hurairah berkata

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa membebaskan seorang Muslim dari kesusahan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesusahan hari kiamat, dan barangsiapa menyembunyikan (kesalahan) seorang Muslim, Allah akan menyembunyikannya (kesalahannya) di dunia dan hari kiamat. Dan barangsiapa menghidupkan kembali beban dari orang miskin, maka Allah akan membebaskannya di dunia dan di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba-Nya membantu saudaranya. Barangsiapa yang mengikuti jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Tidak ada manusia yang berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitab Allah dan mengajarkannya satu sama lain, tetapi malaikat-malaikat akan mengelilingi mereka, ketenangan akan turun ke atas mereka, rahmat akan menyelimuti mereka dan Allah akan menyebut mereka kepada orang-orang yang bersama-Nya. Dan barangsiapa yang terhalang karena perbuatannya yang buruk, maka tidak ada gunanya keturunannya.”

Sunan Ibn Majah 227
Dikatakan bahwa Abu Hurairah berkata

“Aku mendengar Rasulullah berkata, 'Barangsiapa datang ke masjidku ini, dan datang hanya untuk tujuan yang baik, seperti belajar atau mengajar, statusnya seperti orang yang berjihad di jalan Allah. Siapa pun yang datang untuk tujuan lain, statusnya adalah orang yang mengawasi harta orang lain.”

Sunan Ibn Majah 229
Diriwayatkan bahwa 'Abdullah bin 'Amr berkata

“Suatu hari Rasulullah keluar dari salah satu apartemennya dan memasuki masjid, di mana dia melihat dua lingkaran, satu membaca Al-Qur'an dan berdoa kepada Allah, dan yang lainnya belajar dan mengajar. Rasulullah SAW bersabda: “Keduanya baik. Orang-orang ini membaca Al-Qur'an dan berdoa kepada Allah, dan jika Dia menghendaki, Dia akan memberi mereka, dan jika Dia menghendaki, Dia akan menjauhkan diri dari mereka. Dan orang-orang ini sedang belajar dan mengajar. Sesungguhnya aku diutus sebagai guru.” Kemudian dia duduk bersama mereka.”

Bab : Dia yang menyampaikan ilmu

Sunan Ibn Majah 236
Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik berkata

Rasulullah SAW bersabda: “Semoga Allah menjadikan seorang hamba (hamba-Nya) berkembang, yang mendengar perkataanku dan memahaminya, kemudian dia memberikannya dariku. Ada orang-orang yang memiliki pengetahuan tetapi tidak memiliki pengertian, dan mungkin ada orang-orang yang menyampaikan pengetahuan kepada orang-orang yang lebih memahaminya daripada mereka.”

Bab : Pahala orang yang mengajarkan kepada manusia kebaikan

Sunan Ibn Majah 241
Abdullah bin Abu Qatadah menceritakan bahwa ayahnya berkata

Rasulullah SAW bersabda: “Hal terbaik yang dapat ditinggalkan seorang pria adalah tiga: seorang anak yang saleh yang akan mendoakannya, sedekah yang berkelanjutan yang pahala akan sampai kepadanya, dan pengetahuan yang dilakukan setelah kematiannya.” (Hasan) Rantai-rantai lain dengan kata-kata serupa.

Bab : Dia yang tidak suka orang berjalan di belakangnya

Sunan Ibn Majah 245
Disebutkan bahwa Abu Umamah berkata

“Nabi berjalan pada hari yang sangat panas menuju Baqi' Al-Gharqad (kuburan Al-Madinah), dan orang-orang berjalan di belakangnya. Ketika dia mendengar suara sepatu mereka, itu mempengaruhi jiwanya sehingga dia duduk sampai dia membuat mereka pergi di depannya, jangan sampai itu membuatnya merasa terlalu bangga.”

Bab : Arahan mengenai pencari pengetahuan

Sunan Ibn Majah 249
Diriwayatkan bahwa Abu Harun Al-'Abdi berkata

“Ketika kami datang ke Abu Sa'id Al-Khudri, dia akan berkata: 'Selamat datang, sesuai dengan perintah Rasulullah, karena Rasulullah berkata kepada kami: “Orang-orang akan mengikuti Anda; mereka akan datang kepada Anda dari seluruh penjuru bumi untuk memahami agama. Maka apabila mereka datang kepadamu, jagalah mereka.”

Bab : Orang yang ditanya tentang pengetahuan tetapi menyembunyikannya

Sunan Ibn Majah 261
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada orang yang menghafal ilmu kemudian menyembunyikannya, melainkan dia akan dibawa keluar pada hari kiamat dengan kendali api.” (Hasan) Rantai-rantai lain dengan kata-kata serupa.

Sunan Ibn Majah 265
Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id Al-Khudri berkata

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa menyembunyikan ilmu yang telah dijadikan manfaat Allah bagi urusan agama manusia, Allah akan mengikatnya dengan kendali api pada hari kiamat.”

Sunan Ibn Majah 266
Dikatakan bahwa Abu Hurairah berkata

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa ditanya tentang ilmu yang dimilikinya dan dia menyembunyikannya, maka pada hari kiamat akan dikendalikan dengan kendali api.”