Sunan Ibn Majah

Menetapkan Doa dan Sunnah Mengenainya

كتاب إقامة الصلاة والسنة فيها

Bab : Apa yang diriwayatkan tentang membaca Qunut sebelum Ruku' atau sesudahnya

Sunan Ibn Majah 1182

Tidak diberitahukan dari Ubayy bin Ka'b bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa shalat Witir dan dia akan membaca Qunut di hadapan Ruku'.

Sunan Ibn Majah 1183
Tidak ada yang mengatakan bahwa Anas bin Malik mengatakan

Dia ditanya tentang Qunut dalam shalat Subh, dan dia berkata: "Kami biasa membaca Qunut sebelum Ruku'dan sesudahnya."

Sunan Ibn Majah 1184
Tidak ada yang dimaksud bahwa Muhammad mengatakan

"Aku bertanya kepada Anas bin Malik tentang Qunut, dan dia berkata: 'Rasulullah (ﷺ) membaca Qunut setelah Ruku'."

Bab : Apa yang diriwayatkan tentang Witr di penghujung malam

Sunan Ibn Majah 1185
Tidak diragukan bahwa Masruq mengatakan

"Aku bertanya kepada 'Aisyah tentang Witir Rasulullah (ﷺ). Dia berkata: 'Dia berdoa Witr di setiap bagian malam, di awal, di tengah dan di akhir, ketika dia akan melakukannya) tepat sebelum fajar.'"

Sunan Ibn Majah 1186
Tidak ada yang dimaksud bahwa 'Ali berkata

"Setiap bagian malam Rasulullah (ﷺ) shalat Witir, di awal dan di tengah, dan akhirnya Witirnya tepat sebelum fajar."

Sunan Ibn Majah 1187
Tidak dibuktikan dari Jabir bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

"Siapa pun di antara kalian yang takut dia tidak akan bangun di penghujung malam, biarlah dia shalat Witir di awal malam, lalu tidurlah. Barangsiapa berharap bahwa dia akan bangun di penghujung malam, biarlah dia shalat Witir pada penghujung malam, karena bacaan (Al-Qur'an) di penghujung malam dihadiri (oleh para malaikat), dan itu lebih baik."

Bab : Orang yang tidur dan merindukan Witr, atau melupakannya

Sunan Ibn Majah 1188
Tidak ada yang dikatakan Abu Sa'eed

"Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Barangsiapa tidur dan merindukan Witir, atau melupakannya, hendaklah dia berdoa ketika pagi tiba, atau ketika dia ingat.'"

Sunan Ibn Majah 1189
Tidak ada yang dikatakan Abu Sa'eed

"Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Shalat Witir sebelum pagi tiba.'"

Bab : Apa yang diriwayatkan tentang Witir dengan tiga, lima, tujuh, atau sembilan Rakahat

Sunan Ibn Majah 1190
Tidak dibuktikan dari Abu Ayyub Al-Ansari bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda

"Witir adalah Haqq.* Siapa pun yang mau hendaklah dia shalat Witir dengan lima (Rakaat), dan siapa pun yang mau hendaklah dia shalat Witir dengan tiga (Rakaat), dan siapa pun yang mau hendaklah dia shalat Witir dengan satu (Rakaat)."

Sunan Ibn Majah 1191
Tidak diragukan bahwa Sa'd bin Hisham mengatakan

"Aku bertanya kepada 'Aisyah: 'AKU yang lain dari orang-orang beriman! Ceritakan kepadaku tentang Witir Rasulullah (ﷺ).' Dia berkata: "Kami biasa menyiapkan tongkat gigi dan wudhu air untuknya. Allah akan membangunkannya sesuai kehendak-Nya pada malam hari, dan dia akan menggunakan tongkat gigi dan berwudhu, kemudian dia akan shalat sembilan Rakah, di mana dia tidak akan duduk sampai rakaat kedelapan. Kemudian dia akan berseru kepada Tuhannya dan mengingat Allah dan memuji Dia dan berdoa kepada-Nya. Kemudian dia akan bangun tanpa mengucapkan Salam. Kemudian dia akan berdiri dan shalat rakaat kesembilan. Kemudian dia akan duduk dan mengingat Allah dan memuji Dia, dan berdoa kepada Tuhannya dan mengirimkan restu kepada Nabi-Nya. Kemudian dia akan mengucapkan Salam yang bisa kita dengar. Kemudian dia akan shalat dua rakaat setelah Salam, sementara dia duduk. Itu adalah sebelas Rakah. Ketika Rasulullah (ﷺ) bertambah tua dan berat badannya bertambah, dia akan shalat Witir dengan tujuh rakaat dan kemudian shalat dua rakaat lagi setelah dia mengucapkan Salam."

Sunan Ibn Majah 1192
Tidak ada yang dikatakan Umm Salamah

"Rasulullah (ﷺ) biasa shalat Witir dengan tujuh atau lima rakaat, dan dia tidak mau mengucapkan Salamor berbicara di antara mereka."

Bab : Apa yang diriwayatkan tentang Witr saat bepergian

Sunan Ibn Majah 1193
Tidak ada yang diungkapkan dari Salim bahwa ayahnya mengatakan

"Rasulullah (ﷺ) biasa shalat dua rakaat saat bepergian, dan dia tidak melakukan lebih dari itu. Dan dia biasa shalat Tahajjud di malam hari." Saya bertanya: "Apakah dia berdoa Witr?" Dia berkata: "Ya."

Sunan Ibn Majah 1194
Tidak ada yang dimaksud bahwa Ibnu 'Abbas dan Ibnu 'Umar mengatakan

"Rasulullah (ﷺ) menetapkan dua rakaat shalat saat bepergian; mereka lengkap dan tidak dipersingkat. Dan Witir saat bepergian adalah Sunnah."

Bab : Apa yang diriwayatkan tentang dua rakaat yang duduk setelah Witir

Sunan Ibn Majah 1195

Tidak diceritakan dari Umm Salamah bahwa Nabi (ﷺ) biasa shalat dua rakaat singkat setelah Witir, duduk.

Sunan Ibn Majah 1196
Tidak diragukan bahwa Abu Salamah mengatakan

"Aisyah meriwayatkan kepadaku bahwa Rasulullah (ﷺ) shalat Witir dengan satu Rakah, kemudian dia shalat dua rakaat yang dibacakannya sambil duduk, kemudian ketika dia ingin membungkuk, dia berdiri dan membungkuk."

Bab : Apa yang diriwayatkan tentang berbaring setelah Witir dan setelah dua rakaat Subuh

Sunan Ibn Majah 1197
Tidak ada yang dimaksud bahwa 'Aisyah berkata

"Saya tidak pernah melihat Nabi (ﷺ) di penghujung malam, kecuali dia tidur di dekat saya."

Sunan Ibn Majah 1198
Tidak ada yang dimaksud bahwa 'Aisyah berkata

"Ketika Nabi (ﷺ) shalat dua (Sunnah) Rakah Subuh, dia akan berbaring di sisi kanannya."

Sunan Ibn Majah 1199
Tidak diragukan bahwa Abu Hurairah mengatakan

"Ketika Rasulullah (sawshat dua (Sunnah) Rakah Subuh, dia akan berbaring."

Bab : Apa yang diriwayatkan tentang Witr saat berkendara

Sunan Ibn Majah 1200
Tidak diragukan bahwa Sa'eed bin Yasar mengatakan

"Saya bersama Ibnu 'Umar dan saya tertinggal dan shalat Witir. Dia berkata: 'Apa yang membuatmu pergi?' Saya berkata: 'Saya sedang berdoa Witr.' Dia berkata: 'Tidakkah kamu memiliki teladan terbaik dalam Rasulullah (ﷺ)?' Saya berkata: 'Tentu saja.' Dia berkata: 'Rasulullah (ﷺ) biasa shalat Witr sambil menunggangi untanya.'"

Sunan Ibn Majah 1201

Tidak diberitahukan dari Ibnu 'Abbas bahwa Nabi (ﷺ) biasa shalat Witr sambil menunggangi tunggangannya.