Sahih Muslim
Sahih Muslim 2132
Larangan Mengambil Kunyah Abul-Qasim, Dan Nama-Nama yang Direkomendasikan
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ زِيَادٍ، - وَهُوَ الْمُلَقَّبُ بِسَبَلاَنَ - أَخْبَرَنَا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ، عَنْ
عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، وَأَخِيهِ عَبْدِ اللَّهِ، سَمِعَهُ مِنْهُمَا، سَنَةَ أَرْبَعٍ وَأَرْبَعِينَ وَمِائَةٍ يُحَدِّثَانِ عَنْ
نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم "إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى
اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ "
Terjemahan
Ibnu Umar melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda
Nama-nama yang paling disayangi Allah adalah 'Abdullah dan 'Abd al-Rahman.
Eksgesis Tradisi Kenabian
Dari Kitab Adab dan Etika dalam Sahih Muslim, Hadis 2132: "Nama-nama yang paling dicintai Allah adalah 'Abdullah dan 'Abd al-Rahman."
Analisis Linguistik
'Abdullah berarti "Hamba Allah" sementara 'Abd al-Rahman menandakan "Hamba Yang Maha Pengasih." Kedua nama dimulai dengan "'Abd" (hamba) diikuti oleh dua nama tertinggi Allah, menetapkan hubungan hamba-Tuan sebagai dasar keyakinan Islam.
Signifikansi Teologis
Nama-nama ini paling dicintai karena mewujudkan penghambaan murni (ubudiyyah) hanya kepada Allah. Mereka terus mengingatkan pemiliknya dan orang yang memanggilnya tentang tujuan sejatinya: ibadah dan penyerahan kepada Sang Pencipta. Tidak seperti nama yang mungkin menumbuhkan kesombongan atau pemujaan diri, nama-nama ini menumbuhkan kerendahan hati dan kesadaran akan Tuhan.
Perbedaan Antara Dua Nama
Para ulama mencatat bahwa meskipun keduanya sama-sama terpuji, 'Abdullah menekankan Kekuasaan (rububiyyah) dan keilahian (uluhiyyah) Allah, sedangkan 'Abd al-Rahman menyoroti sifat rahmat-Nya yang komprehensif yang mencakup semua ciptaan. Kombinasi ini mewakili baik keagungan Allah maupun kebaikan-Nya.
Implikasi Praktis
Tradisi ini memandu umat Islam dalam memilih nama yang bermakna untuk anak-anak. Ini mengajarkan bahwa nama terbaik adalah yang menghubungkan individu kepada Allah melalui penghambaan. Preferensi untuk nama-nama ini menunjukkan bahwa kedudukan paling terhormat di hadapan Allah adalah sebagai hamba yang setia, bukan status duniawi atau keturunan.