Sunan Abi Dawud
Sunan Abi Dawud 4242
Kami sedang duduk di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau menyebutkan fitnah-fitnah dan memperbanyak penyebutannya hingga beliau menyebutkan fitnah al-Ahlas.
Lalu seseorang berkata: “Wahai Rasulullah, apakah fitnah al-Ahlas itu?”.
Beliau bersabda: “Ia adalah pelarian dan peperangan. Kemudian akan datang fitnah as-Sarra, yang asap kekeruhannya muncul dari bawah kaki seorang laki-laki dari kalangan keluargaku yang mengklaim bahwa ia termasuk golonganku, padahal ia bukan termasuk golonganku, karena sesungguhnya wali-waliku hanyalah orang-orang yang bertakwa. Kemudian manusia akan berdamai di bawah seorang laki-laki seperti pinggul di atas tulang rusuk. Kemudian akan datang fitnah ad-Duhaima, yang tidak membiarkan seorang pun dari umat ini kecuali ia menamparnya dengan satu tamparan. Apabila dikatakan bahwa fitnah itu telah berakhir, ia justru semakin berkepanjangan. Padanya seseorang di pagi hari beriman dan di sore hari menjadi kafir, hingga manusia menjadi dua kemah: kemah keimanan yang tidak ada kemunafikan padanya, dan kemah kemunafikan yang tidak ada keimanan padanya. Apabila hal itu telah terjadi, maka tunggulah Dajjal pada harinya itu atau keesokannya.”