Sunan Abi Dawud
Sunan Abi Dawud 4270
Khalid ibn Dihqan berkata: Ketika kami berada dalam ekspedisi Konstantinopel di Duluqiyyah, datanglah seorang laki-laki dari penduduk Palestina, dari kalangan bangsawan dan orang-orang terbaik mereka, yang mereka mengakui kedudukan itu padanya, bernama Hani’ ibn Kultsum ibn Syarik al-Kinani. Ia memberi salam kepada Abdullah ibn Abi Zakariyya, dan Abdullah mengakui haknya.
Khalid berkata kepada kami: Abdullah ibn Abi Zakariyya menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Ummud Darda’ berkata: Aku mendengar Abud Darda’ berkata: Aku mendengar Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, bersabda: “Setiap dosa, semoga Allah mengampuninya, kecuali orang yang mati sebagai musyrik atau seorang mukmin yang membunuh mukmin lain dengan sengaja”.
Hani’ ibn Kultsum berkata: Aku mendengar Mahmud ibn ar-Rabi‘ meriwayatkan dari ‘Ubadah ibn ash-Shamit bahwa ia mendengarnya meriwayatkan dari Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa membunuh seorang mukmin dan melampaui batas dalam pembunuhannya, Allah tidak akan menerima darinya amal wajib maupun amal sunah”.
Khalid berkata kepada kami: Kemudian Ibnu Abi Zakariyya menceritakan kepadaku, dari Ummud Darda’, dari Abud Darda’, bahwa Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, bersabda: “Seorang mukmin akan senantiasa melaju dengan cepat dalam kebaikan selama ia tidak menumpahkan darah yang haram; apabila ia menumpahkan darah yang haram, ia akan terhenti tak berdaya”.
Dan Hani’ ibn Kultsum meriwayatkan dari Mahmud ibn ar-Rabi‘, dari ‘Ubadah ibn ash-Shamit, dari Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, yang semisalnya, sama persis.