حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ، مَحْبُوبُ بْنُ مُوسَى الأَنْطَاكِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو إِسْحَاقَ، عَنْ صَالِحِ بْنِ مُحَمَّدٍ، قَالَ غَزَوْنَا مَعَ الْوَلِيدِ بْنِ هِشَامٍ وَمَعَنَا سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِفَغَلَّ رَجُلٌ مَتَاعًا فَأَمَرَ الْوَلِيدُ بِمَتَاعِهِ فَأُحْرِقَ وَطِيفَ بِهِ وَلَمْ يُعْطِهِ سَهْمَهُ. قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَهَذَا أَصَحُّ الْحَدِيثَيْنِ رَوَاهُ غَيْرُ وَاحِدٍ أَنَّ الْوَلِيدَ بْنَ هِشَامٍ حَرَّقَ رَحْلَ زِيَادِ بْنِ سَعْدٍ - وَكَانَ قَدْ غَلَّ - وَضَرَبَهُ
Terjemahan
Salih bin Muhammad berkata: Kami keluar dalam ekspedisi militer bersama Al-Walid bin Hisyam, dan bersama kami ada Salim bin Abdullah bin Umar serta Umar bin Abdul Aziz. Seorang pria menggelapkan barang dari harta rampasan perang, maka Al-Walid memerintahkan agar barang-barangnya dibakar, lalu barang-barang itu diarak di sekelilingnya, dan ia tidak memberikannya bagiannya. Abu Dawud berkata: Ini adalah riwayat yang lebih sahih di antara kedua hadis tersebut; lebih dari satu orang meriwayatkan bahwa Al-Walid bin Hisyam membakar pelana unta Ziyad bin Sa'd —karena ia telah menggelapkan harta rampasan perang— lalu memukulnya.