حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ ثَابِتٍ الْمَرْوَزِيُّ، حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ يَزِيدَ النَّحْوِيِّ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ ‏‏{‏ لاَ يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ‏}‏الآيَةَ نَسَخَتْهَا الَّتِي فِي النُّورِ ‏‏{‏ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ‏}‏ إِلَى قَوْلِهِ ‏{‏ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Terjemahan

Ibnu Abbas berkata: Ayat, "Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian tidak akan meminta izin kepadamu..." telah di-nasakh (dihapuskan hukumnya) oleh ayat yang berada di dalam surah An-Nur, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya..." sampai kepada firman-Nya, "...Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."