Bab : Mengembalikan Salam Saat Buang Air Kencing?
Seorang pria melewati Nabi (sallallahu alayhi wa sallam) saat dia buang air kecil, dan memberi hormat kepadanya. Nabi (sallallahu alaihi wa sallam) tidak membalas salam kepadanya.
Abu Dawud berkata: Diriwayatkan atas otoritas Ibnu 'Umar bahwa Nabi (sal Allaahu alayhi wa sallam) melakukan tayammum, kemudian dia mengembalikan salam kepada pria itu.
Bab : Tempat-tempat Di Mana Dilarang Buang Air Kencing
Rasulullah SAW bersabda: “Berhati-hatilah terhadap dua hal yang memicu kutukan. Mereka (para pendengar) berkata: “Nabi Allahu 'alaihi wa sallam, apakah hal-hal ini yang memicu kutukan: bersantai di tempat air dan di jalan raya, dan di tempat teduh (pohon) (tempat mereka berlindung dan istirahat).
Bab : Membersihkan diri dengan batu
Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian pergi ke tempat buang hajat, hendaklah ia membawa serta tiga buah batu untuk bersuci dengannya, karena batu-batu itu sudah mencukupinya."
Bab : Membersihkan Dengan Air Setelah Meredakan Diri
Wahb bin Baqiyyah menceritakan kepada kami, dari Khalid —maksudnya Al-Wasiti—, dari Khalid —maksudnya Al-Haddad—, dari Atha' bin Abi Maimunah, dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah (ﷺ) memasuki sebuah kebun kurma (atau kebun tertutup). Bersama beliau ada seorang anak muda yang membawa kendi berisi air, dan dialah yang paling muda di antara kami. Anak itu meletakkannya di dekat pohon bidara. Lalu beliau menunaikan hajatnya, kemudian keluar menemui kami setelah beliau beristinja' (membersihkan diri) dengan air.
Muhammad bin al-Ala menceritakan kepada kami: Mu'awiyah bin Hisyam mengabarkan kepada kami, dari Yunus bin al-Harith, dari Ibrahim bin Abi Maymunah, dari Abu Salih, dari Abu Hurayrah, dari Nabi (ﷺ) beliau bersabda: "Ayat ini turun berkenaan dengan penduduk Quba':
{ Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri }[At-Tawbah: 108]. Beliau bersabda: Dahulu mereka biasa beristinja' (membersihkan diri) dengan air, maka ayat ini turun berkenaan dengan mereka."
Bab : Tentang Menggunakan Siwak Orang Lain
Rasulullah SAW (ﷺ) sedang menggunakan tongkat gigi, ketika dua pria, yang satu lebih tua dari yang lain, bersamanya. Sebuah wahyu datang kepadanya tentang manfaat menggunakan tongkat gigi. Dia diminta untuk menunjukkan rasa hormat yang tepat dan memberikannya kepada sesepuh dari keduanya.
Bab : Mencuci Siwak
Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin 'Abdullah al-Anshari menceritakan kepada kami, ia berkata: 'Anbasah bin Sa'id al-Kufi al-Hasib menceritakan kepada kami, ia berkata: Katsir menceritakan kepadaku, dari 'Aisyah, bahwa ia berkata: Nabi Allah (shalallahu 'alaihi wasallam) biasa bersiwak, lalu beliau memberiku siwak tersebut untuk aku cuci. Maka aku mulai dengan menggunakannya terlebih dahulu untuk diriku sendiri, kemudian aku mencucinya dan mengembalikannya kepada beliau.
Bab : (Penggunaan) Siwak Berasal Dari Fitrah
Musa bin Isma'il dan Dawud bin Shabib telah menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Hammad menceritakan kepada kami dari 'Ali bin Zaid, dari Salamah bin Muhammad bin 'Ammar bin Yasir; Musa berkata dari ayahnya, dan Dawud berkata dari 'Ammar bin Yasir, bahwa Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: «Termasuk bagian dari fitrah adalah berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung.» Lalu ia menyebutkan hadis yang semakna, namun tidak menyebutkan «memelihara jenggot», dan menambahkan: «dan khitan.» Beliau bersabda: «dan memercikkan [air].» Dan beliau tidak menyebutkan «memeras air», yakni istinja'.
Abu Dawud berkata: Telah diriwayatkan yang semakna dari Ibnu 'Abbas, ia berkata: «Lima perkara, semuanya di kepala», dan ia menyebutkan di dalamnya membelah rambut, serta tidak menyebutkan memelihara jenggot.
Abu Dawud berkata: Semisal hadis Hammad juga diriwayatkan oleh Talq bin Habib, Mujahid, dan Bakr bin 'Abdullah al-Muzani sebagai perkataan mereka sendiri, dan mereka tidak menyebutkan memelihara jenggot. Dan dalam hadis Muhammad bin 'Abdullah bin Abi Maryam, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam, terdapat di dalamnya memelihara jenggot. Dan dari Ibrahim an-Nakha'i yang semakna, dan ia menyebutkan memelihara jenggot serta khitan.
Bab : Menggunakan Siwak Saat Shalat Shalat Malam
Apabila Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) bangun pada malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.
Muhammad bin 'Isa menceritakan kepada kami: Hushaym menceritakan kepada kami: Husayn mengabarkan kepada kami, dari Habib bin Abi Thabit, dari Muhammad bin 'Ali bin 'Abd Allah bin 'Abbas, dari ayahnya, dari kakeknya 'Abd Allah bin 'Abbas, ia berkata: Aku menghabiskan suatu malam bersama Nabi (ﷺ). Ketika beliau terbangun dari tidurnya, beliau mendatangi tempat air wudunya, mengambil siwaknya lalu bersiwak (menggosok gigi). Kemudian beliau membaca ayat-ayat ini:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakalhingga beliau hampir merampungkan surah tersebut atau menyelesaikannya. Kemudian beliau berwudhu, lalu mendatangi tempat shalatnya dan shalat dua rakaat. Setelah itu beliau kembali ke tempat tidurnya dan tidur sekehendak Allah. Kemudian beliau bangun dan melakukan hal yang serupa. Kemudian beliau kembali ke tempat tidurnya dan tidur. Kemudian beliau bangun dan melakukan hal yang serupa; setiap kali beliau bersiwak dan shalat dua rakaat, hingga akhirnya beliau melakukan witir.
Abu Dawud berkata: Ibn Fudayl meriwayatkannya dari Husayn dengan lafazh: Beliau bersiwak dan berwudhu seraya membaca:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi...hingga beliau merampungkan surah tersebut.
Bab : Apa yang Memurnikan Air
Rasulullah SAW ditanya tentang air yang berada di padang pasir. Lalu beliau menyebutkan semakna dengannya.
Bab : Wudu' Dari Air yang Ditinggalkan Seorang Wanita
Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Hammad, dari Ayyub, dari Nafi', dan (jalur lain) - telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah, dari Malik, dari Nafi', dari Ibnu 'Umar, ia berkata: «Para lelaki dan perempuan pada masa Rasulullah (ﷺ) biasa berwudhu dari satu wadah secara bersama-sama» - Musaddad berkata - «semuanya.»
Musaddad telah menceritakan kepada kami, Yahya telah menceritakan kepada kami, dari Ubaidullah, Nafi telah menceritakan kepadaku, dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Kami dan kaum wanita pada masa Rasulullah (Shallallahu alaihi wa sallam) biasa berwudhu dari satu bejana, kami memasukkan tangan kami ke dalamnya.
Bab : Larangan Itu
Humayd al-Himyari melaporkan: Saya bertemu seseorang (di antara Sahabat Nabi) yang tetap bersama Nabi (ﷺ) selama empat tahun sementara Abuhurayrah tetap berada di perusahaannya. Dia melaporkan: Rasulullah (ﷺ) melarang betina mandi dengan air yang tersisa oleh laki-laki, dan laki-laki harus mencuci dengan sisa-sisa perempuan.
Versi Musaddad menambahkan: “Bahwa mereka berdua mengambil segenggam air bersama-sama.”
Bab : Memasuki Daerah Di Mana Seseorang Membebaskan Diri dengan Cincin Di Atas Terukir Nama Allah
Nabi (ﷺ) apabila masuk ke kamar kecil, beliau melepaskan cincinnya.
Abu Dawud berkata: Hadis ini adalah munkar. Sesungguhnya ia hanya dikenal dari jalur Ibnu Juraij, dari Ziyad bin Sa'd, dari al-Zuhri, dari Anas, bahwasanya Nabi (ﷺ) membuat cincin dari perak lalu beliau membuangnya (melepaskannya). Kekeliruan dalam hadis ini berasal dari Hammam, dan tidak ada yang meriwayatkannya kecuali Hammam.
Bab : Menghindari (percikan) urin
Zuhair bin Harb dan Hannad bin as-Sari menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Waki' menceritakan kepada kami, al-A'mash menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mujahid menceritakan dari Tawus, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melewati dua kuburan lalu bersabda: "Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Adapun yang ini, dia tidak membersihkan dirinya dari kencingnya, dan adapun yang itu, dia berjalan menyebarkan adu domba." Kemudian beliau meminta pelepah kurma yang basah, lalu membelahnya menjadi dua dan menancapkan satu bagian pada setiap kuburan, dan bersabda: "Mudah-mudahan siksaan mereka diringankan selama keduanya belum kering." Hannad berkata: "Menutupi dirinya" pada tempat "Tidak membersihkan dirinya dari kencingnya".
Abdur-Rahman bin Hasanah menceritakan: Aku dan Amr bin al-Ash pergi mendatangi Nabi (shallallahu alaihi wa sallam). Beliau keluar dengan membawa perisai kulit, lalu beliau berlindung di baliknya dan buang air kecil. Kami pun berkata, "Lihatlah dia buang air kecil sebagaimana wanita buang air kecil." Beliau mendengar hal tersebut dan bersabda, "Tidakkah kalian tahu apa yang menimpa seseorang dari Bani Israil? Dahulu jika mereka terkena air kencing, mereka memotong bagian tubuh yang terkena air kencing tersebut. Namun ia melarang mereka (dari perbuatan itu), lalu ia disiksa di dalam kuburnya."
Abu Dawud berkata: Manshur meriwayatkan dari Abu Wail dari Abu Musa dalam hadis ini dengan lafaz, "kulit salah seorang dari mereka".
Dan Ashim meriwayatkan dari Abu Wail dari Abu Musa dari Nabi (shallallahu alaihi wa sallam), beliau bersabda, "tubuh salah seorang dari mereka".
Bab : Perizinan Seorang Pria Buang Air Kencing Di Bejana Pada Malam Hari, Dan Menempatkannya Di Dekatnya
Nabi (ﷺ) memiliki sebuah wadah dari kayu di bawah tempat tidurnya yang beliau gunakan untuk buang air kecil di malam hari.
Bab : Buang Air Kencing Di Al-Mustaham (Area Mandi)
Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Janganlah seseorang di antara kalian buang air kecil di tempat mandinya kemudian mandi di sana."
Ahmad berkata: "Kemudian berwudu di sana, karena kebanyakan keragu-raguan (waswas) berasal dari hal tersebut."
Bab : Ketidaksetujuan Menyentuh Bagian Pribadi Seseorang Dengan Tangan Kanan Saat Memurnikan
Nabi (ﷺ) biasa menggunakan tangan kanannya untuk makan, minum, dan pakaiannya, serta menggunakan tangan kirinya untuk selain itu.