Sunan Abi Dawud

Bab : Buang air kecil di genangan air

Narasi dari Abu Hurairah

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus, telah menceritakan kepada kami Zaidah, dalam hadis Hisyam, dari Muhammad, dari Abu Hurairah, dari Nabi (ﷺ) bersabda: "Janganlah seseorang di antara kalian kencing di dalam air yang tenang (tidak mengalir) lalu ia mandi darinya."

Bab : Wudu' Dari Air Yang Tertinggal (Dalam Wadah) Setelah Seekor Anjing Mabuk Darinya

Tradisi serupa telah ditransmisikan oleh Abu Hurairah melalui rantai narasi yang berbeda. Tetapi versi ini telah dinarasikan sebagai pernyataan Abu Hurairah sendiri dan tidak dikaitkan dengan Nabi (sal Allaahu alayhi wa sallam). Versi ini memiliki penambahan kata-kata

Musaddad telah menceritakan kepada kami, Al-Mu'tamir yaitu Ibnu Sulaiman telah menceritakan kepada kami, (jalur lain) dan Muhammad bin 'Ubaid telah menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami, semuanya dari Aiyub, dari Muhammad, dari Abu Hurairah, dengan makna yang serupa dan mereka berdua tidak merfracakannya (sampai kepada Nabi), dan mereka menambahkan: "Dan jika seekor kucing minum darinya, maka hendaklah dicuci sekali."

Narasi dari Abu Hurairah

Musa bin Ismail menceritakan kepada kami, Aban menceritakan kepada kami, Qatada menceritakan kepada kami, bahwa Muhammad bin Sirin menceritakan kepadanya dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Allah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika seekor anjing menjilat pada bejana, maka cuculah ia tujuh kali, dan yang ketujuh dengan tanah."

Abu Dawud berkata: Adapun Abu Salih, Abu Razin, Al-A'raj, Tsabit Al-Ahnaf, Hammam bin Munabbih, dan Abu Al-Suddi Abdurrahman, mereka meriwayatkannya dari Abu Hurairah tanpa menyebutkan tanah.

Bab : Wudu' Menggunakan An-Nabidh

Narasi Abdullah bin Mas'ud

Hennad dan Sulaiman bin Dawud al-Ataki menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Syarik menceritakan kepada kami, dari Abu Fazarah, dari Abu Zaid, dari Abdullah bin Mas'ud, bahwa Nabi (ṣallallāhu 'alayhi wa sallam) bersabda kepadanya pada malam jin: "Apa yang ada di dalam wadah airmu (idawah)?" Ia menjawab: "Nabidh." Beliau bersabda: "Kurma yang baik dan air yang suci." Abu Dawud berkata: Dan Sulaiman bin Dawud meriwayatkan dari Abu Zaid atau Zaid — demikianlah Syarik berkata — dan Hennad tidak menyebutkan "malam jin".

Narasi 'Alqamah

Musa bin Ismail menceritakan kepada kami: Wahayb menceritakan kepada kami, dari Dawud, dari Amir, dari Alqamah, ia berkata: Aku bertanya kepada Abdullah bin Mas'ud: "Siapakah di antara kalian yang menyertai Rasulullah (ﷺ) pada malam jin?" Ia menjawab: "Tidak seorang pun dari kami yang bersamanya."

Narasi Abu Khaldah

Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami: Abdurrahman menceritakan kepada kami: Abu Khaldah menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku bertanya kepada Abu al-Aliyah tentang seseorang yang mengalami junub dan tidak memiliki air, tetapi ia memiliki nabidz (air rendaman kurma/kismis), apakah ia boleh mandi dengannya? Ia menjawab: Tidak.

Bab : Haruskah seseorang mempersembahkan shalat ketika dia membayar untuk mendesak untuk meringankan dirinya sendiri

Diriwayatkan 'Abdullah b. Muhammad

Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, Musaddad, dan Muhammad bin Isa –maknanya sama– berkata: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Said, dari Abi Hazrah: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad –Ibn Isa berkata dalam hadisnya: Ibn Abi Bakr, kemudian mereka sepakat: saudara laki-laki al-Qasim bin Muhammad– berkata: Kami berada di sisi Aisyah ketika makanannya dibawakan. Al-Qasim berdiri untuk salat. Maka Aisyah berkata: Aku mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Tidak boleh menegakkan salat di hadapan makanan, dan tidak pula saat seseorang sedang menahan kedua hal yang buruk (yakni buang air kecil dan air besar)."

Bab : Jumlah Air Yang Dapat Diterima Untuk Melakukan Wudu'

Anas melaporkan

Muhammad bin ash-Sabbah al-Bazzar telah menceritakan kepada kami: Syuraik menceritakan kepada kami, dari Abdullah bin Isa, dari Abdullah bin Jabr, dari Anas, ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dengan bejana yang muat dua ratl, dan mandi dengan satu sha'.

Abu Dawud berkata: Yahya bin Adam meriwayatkannya dari Syuraik, dan ia berkata: Dari Ibnu Jabr bin 'Atik.

Dan ia berkata: Sufyan meriwayatkannya dari Abdullah bin Isa: Jabr bin Abdullah menceritakan kepadaku.

Abu Dawud berkata: Syu'bah juga meriwayatkannya dan berkata: Abdullah bin Abdullah bin Jabr menceritakan kepadaku, aku mendengar Anas, hanya saja ia berkata: Beliau berwudhu dengan makkuk, dan tidak menyebutkan dua ratl.

Abu Dawud berkata: Dan aku mendengar Ahmad bin Hanbal berkata: Satu sha' adalah lima ratl, dan itu adalah sha' Ibnu Abi Dhi'b, dan itu adalah sha' Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Bab : Pertunjukan Wudu' Dari Wadah Kuningan

Narasi Aisha, Ummul Mu'minin

Aku dan Rasulullah (ﷺ) biasa mandi bersama dari sebuah wadah dari tembaga kuning.

Bab : Seorang Pria Menempatkan Tangannya Di Wadah Sebelum Mencucinya

Abu Hurairah melaporkan

Musaddad telah menceritakan kepada kami, Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami, dari Al-A'masy, dari Abu Razin dan Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian bangun tidur pada malam hari, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam wadah (air) sehingga ia mencucinya tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak tahu di mana tangannya berada pada malam hari."

Bab : Cara Wudu Nabi

Humran b. Abban, budak yang dibebaskan dari 'Utsman, berkata

Al-Hasan bin 'Ali Al-Hulwani menceritakan kepada kami, 'Abd ar-Razzaq menceritakan kepada kami, Ma'mar mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari 'Ata' bin Yazid Al-Laithi, dari Humran bin Aban, maula (mantan hamba sahaya) 'Uthman bin 'Affan, dia berkata: Aku melihat 'Uthman bin 'Affan berwudu. Dia menuangkan air ke atas kedua tangannya tiga kali lalu mencucinya. Kemudian dia berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung lalu mengeluarkannya, mencuci wajahnya tiga kali, mencuci tangan kanannya sampai siku tiga kali, lalu tangan kirinya seperti itu, mengusap kepalanya, lalu mencuci kaki kanannya tiga kali, kemudian kaki kirinya seperti itu. Kemudian dia berkata: Aku melihat Rasulullah (ﷺ) berwudu seperti wuduku ini. Kemudian beliau bersabda: Barang siapa berwudu seperti wuduku ini, lalu shalat dua rakaat tanpa berbicara atau terbetik dalam dirinya sesuatu (dari urusan dunia atau tidak fokus), maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Diriwayatkan oleh Ali bin Abutalib

Musaddad menceritakan kepada kami, Abu 'Awanah menceritakan kepada kami, dari Khalid bin 'Alqamah, dari 'Abd Khayr, ia berkata: Ali -semoga Allah meridhainya- mendatangi kami dan ia telah selesai melaksanakan salat, lalu ia meminta air untuk bersuci. Kami berkata: Apa yang akan ia perbuat dengan air suci ini padahal ia telah salat? Tidaklah ia menginginkan melainkan untuk mengajari kami. Maka dibawakanlah sebuah bejana yang berisi air dan sebuah wadah (baskom). Ia pun menuangkan air dari bejana tersebut pada tangan kanannya lalu membasuh kedua tangannya tiga kali, berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung lalu mengeluarkannya tiga kali, ia berkumur dan memasukkan air ke hidung dengan telapak tangan yang ia gunakan untuk mengambil air. Kemudian ia membasuh wajahnya tiga kali, membasuh tangan kanannya tiga kali, dan membasuh tangan kirinya tiga kali. Kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam bejana lalu mengusap kepalanya satu kali. Setelah itu ia membasuh kaki kanannya tiga kali dan kaki kirinya tiga kali, kemudian berkata: Barangsiapa yang ingin senang mengetahui tata cara wudhu Rasulullah -ṣallallāhu 'alayhi wa sallam-, maka beginilah caranya.

Abu Hayyah dijo

Aku melihat 'Ali berwudu. Perawi (Abu Hayyah) kemudian menyebutkan seluruh wudunya dengan melakukan setiap bagiannya sebanyak tiga kali, lalu mengusap kepalanya, kemudian mencuci kedua kakinya hingga mata kaki. Setelah itu ia berkata, "Sesungguhnya aku ingin memperlihatkan kepada kalian cara bersuci Rasulullah (ﷺ)."

Versi lain mengatakan

Mahmūd bin Khālid menceritakan kepada kami, Al-Walīd menceritakan kepada kami dengan sanad ini, lalu ia berkata: Kemudian beliau berwudu tiga kali tiga kali dan membasuh kedua kakinya tanpa batasan jumlah tertentu.

Al-Rubayyi' putri Mu'awwidh b. 'Afra' melaporkan

Qutaibah bin Sa'id dan Yazid bin Khalid Al-Hamdani telah menyampaikan kepada kami, keduanya berkata: Al-Laith menyampaikan kepada kami, dari Ibnu Ajlan, dari Abdullah bin Muhammad bin Aqil, dari Ar-Rubayyi' bint Mu'awidh bin Afra', bahwa Rasulullah (ﷺ) berwudhu di sisinya, lalu beliau mengusap seluruh kepalanya dari bagian atas rambut dari segala arah hingga ke batas tumbuhnya rambut, tanpa mengubah rambut dari bentuk aslinya.

Diriwayatkan Ar-Rubayyi' putri Mu'awwidh ibn Afra'

Ibrahim bin Sa'id menceritakan kepada kami, Waki' menceritakan kepada kami, al-Hasan bin Salih menceritakan kepada kami, dari Abdullah bin Muhammad bin Aqil, dari ar-Rubayyi' bint Mu'awidh bin 'Afra', bahwa Nabi (ﷺ) berwudhu lalu memasukkan kedua jarinya ke dalam lubang kedua telinganya.

Bab : Tentang Al-Istinthar (Meniup Air Dari Hidung)

Abu Hurairah melaporkan

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila ada di antara kalian yang berwudhu, ia harus menghembuskan air di hidungnya dan mengeluarkan lendir. ﷺ

Bab : Memisahkan Jari Seseorang Melalui Jenggot

Narasi Anas ibn Malik

Apabila Rasulullah (ﷺ) berwudhu, beliau mengambil segenggam air, lalu memasukkannya ke bawah dagunya dan menyela-nyelainya ke jenggotnya, seraya bersabda: "Demikianlah Tuhanku 'Azza wa Jalla memerintahkan kepadaku."

Bab : Menyeka Khuff

'Urwah b. al-Mughirah melaporkan ayahnya berkata

Yunus mengatakan atas wewenang al-Sha'bi bahwa 'Urwah menceritakan tradisi dari ayahnya sebelum dia, dan ayahnya melaporkan hal itu dari Rasulullah (ﷺ).

Narasi dari Abumusa al-Ash'ari

Musaddad dan Ahmad bin Abi Syu'aib al-Harrani menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Waki' menceritakan kepada kami, Dalham bin Salih menceritakan kepada kami, dari Hujair bin Abdillah, dari Ibn Buraidah, dari ayahnya, bahwa Raja Najasyi pernah memberi hadiah kepada Rasulullah ﷺ dua buah sepatu Khuff berwarna hitam dan polos. Beliau lalu mengenakannya, kemudian berwudhu dan mengusap keduanya.

Musaddad meriwayatkan dari Dalham bin Salih.

Abu Dawud berkata: Hadis ini termasuk yang diriwayatkan secara sendirian oleh penduduk Bashrah.