حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ خَالِدٍ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ الْعَنْبَرِيِّ، عَنِ ابْنِ التَّلِبِّ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَجُلاً،أَعْتَقَ نَصِيبًا لَهُ مِنْ مَمْلُوكٍ فَلَمْ يُضَمِّنْهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم .قَالَ أَحْمَدُ إِنَّمَا هُوَ بِالتَّاءِ - يَعْنِي التَّلِبَّ - وَكَانَ شُعْبَةُ أَلْثَغَ لَمْ يُبَيِّنِ التَّاءَ مِنَ الثَّاءِ
Terjemahan
Bahwa seseorang memerdekakan bagian miliknya dari seorang budak, lalu Nabi (ﷺ) tidak membebankan tanggung jawab kepadanya untuk memerdekakan sisanya.
Ahmad berkata: Sesungguhnya itu menggunakan huruf ta’ —maksudnya al-Talabb— dan dahulu Syu'bah adalah seorang yang lisan (giginya) bercelah sehingga tidak memperjelas pengucapan huruf ta' dari huruf tha'.