حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ حَكِيمِ بْنِ أَفْلَحَ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَرْبَعٌ لِلْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ: يَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ، وَيَشْهَدُهُ إِذَا مَاتَ، وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ، وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ.
Terjemahan
Ibnu Mas'ud melaporkan bahwa Nabi, semoga Allah memberkatinya dan memberikan damai sejahtera, berkata, “Ada empat hal yang seorang Muslim berutang kepada Muslim lainnya.
untuk mengunjunginya ketika dia sakit, untuk bersamanya ketika dia meninggal, untuk menerima ketika dia mengundangnya, dan untuk meminta belas kasihan padanya ketika dia bersin.”