Al-Adab Al-Mufrad
Al-Adab Al-Mufrad 655
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ، أَنَّ رَبِيعَةَ بْنَ يَزِيدَ حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ، أَوْ يَسْتَعْجِلَ فَيَقُولُ: دَعَوْتُ فَلاَ أَرَى يَسْتَجِيبُ لِي، فَيَدَعُ الدُّعَاءَ.
Abdullah menyampaikan kepada kami: Muawiyah menyampaikan kepada kami, bahwa Rabiah bin Yazid meriwayatkan kepadanya, dari Abu Idris, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak memohon sesuatu yang mengandung dosa atau pemutusan silaturahmi, dan tidak tergesa-gesa dengan berkata, ‘Aku telah berdoa, tetapi aku belum melihat doaku dikabulkan,’ lalu ia meninggalkan doa.”