Al-Adab Al-Mufrad
Al-Adab Al-Mufrad 703
حَدَّثَنَا مُطَرِّفُ بْنُ عَبْدِ اللهِ أَبُو الْمُصْعَبِ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الْمَوَالِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كَالسُّورَةِ مِنَ الْقُرْآنِ: إِذَا هَمَّ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي، وَمَعَاشِي، وَعَاقِبَةِ أمري، أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ، فَاقْدُرْهُ لِي، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي، وَمَعَاشِي، وَعَاقِبَةِ، أَوْ قَالَ: عَاجِلِ، أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ رَضِّنِي، وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ.
Mutharrif bin Abdullah, Abu al-Mush'ab, menyampaikan kepada kami: Abdurrahman bin Abi al-Mawal menyampaikan kepada kami, dari Muhammad bin al-Munkadir, dari Jabir, ia berkata: Nabi ﷺ mengajarkan salat istikharah dalam berbagai urusan sebagaimana beliau mengajarkan surah Al-Qur'an. Beliau bersabda, “Jika seseorang hendak melakukan suatu urusan, hendaklah ia salat dua rakaat, kemudian berdoa: ‘Ya Allah, aku memohon pilihan terbaik berdasarkan ilmu-Mu, dan aku memohon kemampuan berdasarkan kuasa-Mu. Aku memohon karunia-Mu yang agung. Engkau Mahakuasa, sedangkan aku tidak berkuasa; Engkau mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui; Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan kesudahan urusanku—atau beliau berkata: dalam urusanku yang segera maupun yang kemudian—maka tetapkanlah ia bagiku. Jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan kesudahan urusanku—atau beliau berkata: dalam urusanku yang segera maupun yang kemudian—maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya. Tetapkanlah kebaikan bagiku di mana pun berada, kemudian jadikanlah aku rida dengannya.’ Lalu ia menyebutkan kebutuhannya.”