Pengakuan
كتاب المعرفة
Habib ibn Abi Thabit berkata, “Ketika seseorang berbicara, mereka suka bahwa dia tidak berpaling kepada satu orang tertentu, melainkan dia harus berbicara kepada semua orang.”
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Apabila Allah menghendaki mencabut nyawa seorang hamba di suatu negeri, Dia menjadikan baginya suatu keperluan di sana.”
Abu Hurairah membuang ingusnya di pakaiannya, lalu berkata, “Bagus, bagus! Abu Hurairah membuang ingusnya pada kain linen. Kalian melihatku jatuh di antara kamar Aisyah dan mimbar, ketika orang-orang berkata, ‘Dia gila’, padahal aku hanya lapar.”
Anas bin Malik berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Manusia tidak akan berhenti bertanya tentang apa yang belum terjadi, hingga mereka berkata: Allah adalah Pencipta segala sesuatu, lalu siapakah yang menciptakan Allah?’”
Anas berkata: Ketika Nabi, semoga shalawat dan salam Allah atas beliau, sedang bersama salah seorang istrinya, seorang laki-laki lewat di dekat beliau. Lalu Nabi, semoga shalawat dan salam Allah atas beliau, memanggilnya dan bersabda: abWahai Fulan, sesungguhnya ini adalah istriku Fulanah bb.
Ia berkata: abSiapa pun yang akan aku curigai, aku tidak akan mencurigaimu bb.
Beliau bersabda: abSesungguhnya setan mengalir pada anak Adam sebagaimana aliran darah bb.
Abdullah berkata: “Orang yang kecurian terus berprasangka hingga ia menjadi lebih buruk daripada pencuri.”
Abdul-Aziz ibn Qays berkata: “Aku mengunjungi Abdullah ibn Umar ketika seorang budak perempuan sedang mencukur rambut darinya.”
Ia berkata: “Bahan perontok bulu dari kapur menipiskan kulit.”
Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kumis, dan memotong kuku.
Lima termasuk dari fitrah: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memotong kumis.
Lima perkara termasuk fitrah: memotong kuku, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan berkhitan.
Aku melihat Nabi, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, membagikan daging di al-Jiʿranah, ketika aku pada waktu itu adalah seorang anak yang membawa anggota unta. Lalu seorang wanita datang kepadanya, dan beliau membentangkan untuknya selendangnya.
Aku berkata: «Siapakah wanita ini?»
Ia berkata: «Ini adalah ibunya yang telah menyusuinya».
Seorang laki-laki berkata: “Semoga Allah memperbaiki keadaan sang amir! Sesungguhnya penjaga pintumu mengenal beberapa orang lalu mengutamakan mereka dalam izin masuk.”
Ia berkata: “Semoga Allah memaafkannya! Sesungguhnya pengenalan itu benar-benar bermanfaat di hadapan anjing yang galak dan di hadapan unta yang menyerang.”
Ibrahim berkata, “Para sahabat kami memberi keringanan kepada kami dalam segala macam permainan, kecuali dengan anjing.”
Nabi — semoga Allah memberkatinya dan memberinya kesejahteraan — biasa mengirimkan kepadaku teman-teman bermainku, yaitu anak-anak perempuan kecil, yang bermain dengan mainan.