Perpustakaan hadits
Para penyusun
Kenali enam tokoh utama periwayatan hadits: perjalanan hidup, karya, dan tempat mereka dalam perpustakaan.
206–261 H
Muslim ibn al-Ḥajjāj
مسلم بن الحجاج النيسابوري
Muslim ibn al-Ḥajjāj adalah ulama dari Nishapur. Ia mengunjungi Arab, Irak, Syam, dan Mesir untuk mempelajari hadits. Ia bertemu al-Bukhari dan sangat memperhatikan ketepatan redaksi riwayat.
Koleksinya
Shahih Muslim memperhatikan variasi redaksi dan sanad. Bersama Shahih al-Bukhari, keduanya dikenal sebagai Shahihain.
Baca koleksi →202–275 H
Abū Dāwūd
سليمان بن الأشعث السجستاني
Sulaymān ibn al-Ashʿath, dikenal sebagai Abu Dawud, berasal dari Sijistan. Ia belajar kepada Ahmad ibn Hanbal dan menggabungkan kajian hadits dengan fikih.
Koleksinya
Sunan Abi Dawud terutama disusun menurut persoalan ibadah dan hukum. Karya ini termasuk enam kitab hadits yang banyak dipelajari dalam tradisi Sunni.
Baca koleksi →209–279 H
At-Tirmidhī
محمد بن عيسى الترمذي
Abū ʿĪsā Muhammad ibn ʿĪsā at-Tirmidhī mendalami ilmu dan periwayatan hadits. Al-Bukhari termasuk gurunya, dan ia melakukan perjalanan untuk menemui para ulama.
Koleksinya
Jamiʿ at-Tirmidhi menghimpun riwayat tentang berbagai aspek kehidupan beragama. Karya ini termasuk enam koleksi utama dalam tradisi Sunni.
Baca koleksi →214–303 H
An-Nasāʾī
أحمد بن شعيب النسائي
Ahmad ibn Shuʿayb an-Nasa’i lahir di Nasa, Khurasan. Ia melakukan perjalanan menuntut ilmu sebelum menetap di Mesir dan mengajarkan hadits kepada banyak murid.
Koleksinya
Sunan an-Nasa’i, juga dikenal sebagai Al-Mujtaba, termasuk enam koleksi utama hadits dan disusun dalam kitab-kitab tematik.
Baca koleksi →209–273 H
Ibn Mājah
محمد بن يزيد القزويني
Muhammad ibn Yazīd Ibn Majah berasal dari Qazvin. Setelah belajar di kota asalnya, ia mengunjungi Irak, Hijaz, Mesir, dan Syam untuk berguru kepada ahli hadits.
Koleksinya
Sunan Ibn Majah terutama membahas hukum dan ibadah, serta akidah dan akhlak. Karya ini melengkapi enam koleksi utama hadits.