Rasulullah SAW bersabda, “Kamu akan mengikuti jalan bangsa-bangsa sebelum kamu, membentang demi rentang dan hasta demi inci (yaitu, inci demi inci) sedemikian rupa sehingga bahkan jika mereka memasuki lubang mastigur, kamu akan mengikuti mereka.” ﷺ Kami berkata, “Wahai Rasulullah (ﷺ)! (Apakah maksudmu) orang Yahudi dan orang Kristen?” Dia berkata, “Siapa lagi?”
Berpegang Teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah
Sahih al-Bukhari 7320
Analisis Tematik
Hadis mendalam dari Sahih al-Bukhari ini berfungsi sebagai peringatan keras terhadap peniruan buta bangsa non-Muslim dalam hal agama, pandangan dunia, dan praktik budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Frasa "span by span and cubit by cubit" menunjukkan asimilasi bertahap, di mana Muslim awalnya mengadopsi praktik asing kecil hingga akhirnya menerima penyimpangan besar dari prinsip-prinsip Islam.
Komentar Ilmiah
Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan dalam Fath al-Bari bahwa nubuat ini menggambarkan bagaimana Muslim akan secara bertahap meninggalkan identitas Islam khas mereka dengan meniru bangsa-bangsa sebelumnya dalam inovasi agama, korupsi moral, dan kebiasaan duniawi mereka.
Al-Qurtubi mencatat bahwa "lubang mastigure" melambangkan mengikuti orang lain ke dalam hal-hal yang paling tidak signifikan dan hina, menunjukkan penyerahan spiritual dan budaya yang lengkap.
Konfirmasi Nabi bahwa yang dimaksud adalah Yahudi dan Kristen menekankan bahwa peniruan Ahli Kitab dalam inovasi dan penyimpangan agama mereka merupakan bahaya serius bagi identitas Muslim.
Implikasi Praktis
Hadis ini mewajibkan Muslim untuk mempertahankan kekhasan agama mereka sambil mengizinkan pengetahuan duniawi yang bermanfaat dari peradaban lain.
Para ulama membedakan antara adopsi yang diizinkan dari teknologi duniawi yang berguna dan peniruan yang tidak diizinkan dalam hal agama, nilai-nilai moral, dan penanda identitas yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Pelestarian identitas Islam memerlukan kepatuhan sadar pada Al-Qur'an dan Sunnah sambil mengevaluasi secara kritis pengaruh budaya asing.