حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، رضى الله عنهما كَانَ يَقُولُ فِي الإِيلاَءِ الَّذِي سَمَّى اللَّهُلاَ يَحِلُّ لأَحَدٍ بَعْدَ الأَجَلِ إِلاَّ أَنْ يُمْسِكَ بِالْمَعْرُوفِ، أَوْ يَعْزِمَ بِالطَّلاَقِ، كَمَا أَمَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ.
Terjemahan
Diriwayatkan Nafi'
Ibnu 'Umar biasa berkata tentang Ila (yang didefinisikan Allah (dalam Kitab Suci), "Jika masa Ila berakhir, maka suami harus mempertahankan istrinya dengan cara yang tampan atau menceraikannya seperti yang diperintahkan Allah."