Sahih al-Bukhari

Sahih al-Bukhari 963

Khutbah setelah shalat Id
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ ـ رضى الله عنهماـ يُصَلُّونَ الْعِيدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

Saya menghadiri shalat Id bersama Rasulullah (صلى الله عليه وسلم), dan bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman (radhiyallahu anhum), dan mereka semua shalat sebelum khutbah.

Komentar

Dua Festival (Id)

Sahih al-Bukhari 963

Teks Hadis

Rasulullah (ﷺ), Abu Bakar dan `Umar biasa menunaikan dua shalat `Id sebelum menyampaikan Khutba.

Komentar

Riwayat ini menetapkan praktik Sunnah bahwa shalat Id didahulukan daripada khutbah, berbeda dengan shalat Jumat di mana Khutba didahulukan. Ini menunjukkan sifat unik dari shalat Id.

Pencantuman praktik Abu Bakar dan `Umar menunjukkan kelangsungan Sunnah ini melalui khalifah yang saleh, menekankan sifatnya yang mapan dalam praktik Islam.

Para ulama menyimpulkan dari ini bahwa shalat Id adalah syarat bagi keabsahan Khutba Id, dan bahwa mendengarkan Khutba, meskipun dianjurkan, tidak wajib seperti dalam Jumu'ah.

Keputusan Hukum

Konsensus ulama adalah bahwa menunaikan shalat Id sebelum Khutba adalah Sunnah yang mapan, dan membalikkan urutan ini bertentangan dengan praktik kenabian.