Sahih al-Bukhari

Bab : Bisakah seseorang keluar dari masjid (setelah Adzan, atau Iqama) jika ada alasan yang tulus?

Diriwayatkan Abu Huraira

Abdul Aziz bin Abdullah menceritakan kepada kami; dia berkata: Ibrahim bin Sa'd menceritakan kepada kami, dari Shalih bin Kaisan, dari Ibnu Syihab, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ keluar padahal iqamah telah dikumandangkan dan shaf-shaf telah dirapikan. Ketika beliau berdiri di tempat shalatnya, kami menunggu beliau bertakbir, tetapi beliau berpaling dan bersabda: “Tetaplah di tempat kalian.” Maka kami tetap dalam keadaan kami hingga beliau keluar menemui kami dengan kepala beliau meneteskan air, karena beliau telah mandi junub.

Bab : Jika Imam berkata, "Tetaplah di tempatmu sampai aku kembali", maka tunggu dia

Diriwayatkan Abu Huraira

Telah menceritakan kepada kami Ishaq, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami al-Awza'i, dari az-Zuhri, dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman, dari Abu Hurairah, dia berkata: Iqamah telah dikumandangkan dan orang-orang telah meluruskan barisan mereka. Kemudian Rasulullah ﷺ keluar dan maju ke depan dalam keadaan junub. Lalu beliau bersabda, 'Tetaplah di tempat kalian.' Maka beliau kembali, mandi, kemudian keluar dengan kepala yang masih meneteskan air, lalu beliau mengimami mereka.

Bab : Jika Imam dihadapkan pada masalah setelah Iqama

Riwayat Anas

Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar Abdullah bin 'Amr, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdul-Warits, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdul-Aziz bin Shuhaib, dari Anas, dia berkata: Iqamah telah dikumandangkan, sementara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang bercakap-cakap secara pribadi dengan seorang laki-laki di pojok masjid, maka beliau tidak berdiri untuk shalat hingga orang-orang tertidur (mengantuk).

Bab : Salat berjamaah (shalat) adalah wajib.

Diriwayatkan Abu Huraira

Rasulullah ﷺ bersabda, «Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku hampir saja memerintahkan untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian memerintahkan adzan untuk shalat, kemudian memerintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang, kemudian aku akan pergi dari belakang dan membakar rumah-rumah orang-orang yang tidak menghadiri shalat (berjamaah wajib). Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya salah seorang dari mereka mengetahui bahwa dia akan mendapatkan tulang dengan daging yang baik atau dua potong daging di antara dua tulang rusuk, niscaya dia akan menghadiri shalat Isya.»

Bab : Keunggulan shalat Subuh di jamaah.

Diriwayatkan Abu Salama bin 'Abdur Rahman

Abu al-Yaman menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'aib mengabarkan kepada kami, dari az-Zuhri, dia berkata: Sa'id ibn al-Musayyab dan Abu Salama ibn 'Abdurrahman mengabarkan kepadaku bahwa Abu Hurairah berkata: Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Salat berjamaah lebih utama daripada salat salah seorang dari kalian sendirian dengan dua puluh lima derajat. Dan malaikat-malaikat malam dan malaikat-malaikat siang berkumpul pada salat Fajar." Kemudian Abu Hurairah berkata: "Bacalah jika kalian mau:"

Sesungguhnya bacaan Al-Qur'an pada waktu fajar itu disaksikan (17:78).

Bab : Keunggulan shalat 'Isya' dalam jamaah

Diriwayatkan Abu Huraira

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada salat yang lebih berat bagi orang-orang munafik selain salat Subuh dan Isya. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya (berupa pahala), niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak. Sungguh, aku berkeinginan untuk memerintahkan muazin agar mengumandangkan iqamah, kemudian memerintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang, kemudian aku mengambil obor api untuk membakar (rumah-rumah) mereka yang tidak keluar untuk salat."

Bab : Dua atau lebih dari dua orang dianggap sebagai satu kelompok (untuk sholat berjamaah)

Diriwayatkan Malik bin Huwairith

Apabila waktu salat telah tiba, maka kumandangkanlah azan dan iqamah, dan hendaklah yang lebih tua di antara kalian yang menjadi imam.

Bab : Tidak ada Salat (shalat) (yang harus dipanjakan) kecuali Salat wajib setelah Iqama diucapkan untuk Salat wajib itu

Diriwayatkan Malik Ibnu Buhaina

Rasulullah ﷺ melewati seorang laki-laki yang sedang salat dua rakaat setelah iqamah dikumandangkan. Ketika Rasulullah ﷺ selesai salat, orang-orang berkumpul di sekeliling beliau (Nabi) atau di sekeliling laki-laki itu, lalu Rasulullah ﷺ berkata kepadanya, “Apakah salat Subuh itu empat rakaat? Apakah salat Subuh itu empat rakaat?”

Bab : (Kapan seseorang harus melakukannya) jika makanan telah disajikan dan Iqama telah diucapkan untuk As-Salat (shalat)

Diriwayatkan Ibnu 'Umar

Zuhair dan Wahb bin Utsman meriwayatkan dari Musa bin Uqbah, dari Nafi', dari Ibnu Umar, dia berkata: Nabi ﷺ bersabda, "Jika salah seorang dari kalian sedang makan, maka janganlah tergesa-gesa hingga dia menyelesaikan kebutuhannya dari makanan itu, meskipun shalat telah didirikan."

Diriwayatkan oleh Ibrahim bin Al-Mundzir dari Wahb bin Utsman, dan Wahb adalah seorang Madani.

Bab : Orang-orang terpelajar yang beragama berhak didahulukan dalam memimpin Salat (shalat)

Diriwayatkan Abu Musa

Diriwayatkan oleh Abu Musa: Nabi Muhammad SAW jatuh sakit, dan ketika penyakitnya semakin parah, beliau bersabda, 'Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami orang-orang.' Aisyah berkata, 'Dia adalah seorang yang lemah lembut; jika dia berdiri di tempatmu, dia tidak akan sanggup mengimami orang-orang.' Beliau bersabda lagi, 'Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami orang-orang.' Aisyah mengulangi lagi, tetapi beliau bersabda, 'Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami orang-orang. Sesungguhnya kalian adalah teman-teman perempuan Yusuf.' Maka utusan itu pun pergi menemui Abu Bakar, lalu dia mengimami orang-orang semasa hidup Nabi Muhammad SAW.

Bab : Siapa pun yang berdiri di sisi Imam karena alasan yang tulus [dalam Salat (shalat)]

Diriwayatkan ayah Hisyam ibn 'Urwa

ʿAisyah berkata, “Rasulullah ﷺ memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami orang-orang dalam salat selama beliau sakit, maka Abu Bakar mengimami mereka.” ʿUrwah, seorang perawi tambahan, menambahkan, “Rasulullah ﷺ merasa agak lega, lalu beliau keluar, dan ternyata Abu Bakar sedang mengimami orang-orang. Ketika Abu Bakar melihat beliau, ia mundur, tetapi Rasulullah ﷺ memberi isyarat kepadanya agar tetap di tempatnya. Kemudian Rasulullah ﷺ duduk di samping Abu Bakar. Abu Bakar salat mengikuti salat Rasulullah ﷺ, dan orang-orang salat mengikuti salat Abu Bakar.”

Bab : Jika beberapa orang sama-sama mahir dalam membaca Al-Qur'an (dan pengetahuan agama), yang tertua dari mereka harus memimpin As-Salat (shalat)

Diriwayatkan Malik bin Huwairith

Telah menceritakan kepada kami Sulayman ibn Harb, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammad ibn Zayd, dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Malik ibn al-Huwayrith, dia berkata: Kami pernah datang kepada Nabi ﷺ dalam keadaan masih muda, lalu kami tinggal bersamanya sekitar dua puluh malam. Nabi ﷺ adalah seorang yang penyayang. Beliau bersabda: "Jika kalian kembali ke negeri kalian, maka ajarkanlah mereka dan perintahkanlah mereka untuk melaksanakan shalat begini pada waktu begini dan shalat begitu pada waktu begitu. Dan apabila telah tiba waktu shalat, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan hendaklah yang paling tua di antara kalian yang menjadi imam."

Bab : Jika Imam mengunjungi beberapa orang dan memimpin mereka dalam Salat (shalat)

Diriwayatkan 'Itban bin Malik Al-Ansari

Telah menceritakan kepada kami Mu'adh bin Asad, telah mengabarkan kepada kami Abdullah, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar, dari az-Zuhri, dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Mahmud bin ar-Rabi', dia berkata; aku mendengar 'Itban bin Malik al-Ansari berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meminta izin (masuk), maka aku mengizinkannya. Beliau bertanya: "Di mana kamu suka aku salat di rumahmu?" Maka aku menunjuk ke tempat yang aku sukai. Beliau berdiri (salat) dan kami membuat shaf di belakangnya, kemudian beliau mengucapkan salam dan kami pun mengucapkan salam.

Bab : Imam ditunjuk untuk diikuti

Diriwayatkan Aisha

ʿĀʾisyah, Ummul Mukminin, meriwayatkan: Rasulullah ﷺ shalat di rumahnya dalam keadaan sakit, lalu beliau shalat dengan duduk, dan sebagian orang shalat di belakang beliau dengan berdiri. Beliau memberi isyarat kepada mereka agar duduk. Setelah selesai, beliau bersabda, ‘Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti; apabila ia rukuk, maka rukuklah; apabila ia bangkit, maka bangkitlah; dan apabila ia shalat dengan duduk, maka shalatlah dengan duduk.’

Bab : Dosa orang yang mengangkat kepalanya di hadapan Imam (mengangkat kepalanya)

Diriwayatkan Abu Huraira

Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhhal, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Muhammad bin Ziyad, aku mendengar Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: „Tidakkah salah seorang dari kalian takut – atau tidakkah salah seorang dari kalian takut – apabila dia mengangkat kepalanya sebelum imam, Allah akan menjadikan kepalanya seperti kepala keledai atau Allah akan menjadikan wajahnya seperti wajah keledai?“

Bab : Jika Imam tidak memiliki niat untuk memimpin shalat dan kemudian beberapa orang bergabung dengannya dan dia memimpin mereka

Diriwayatkan Ibnu 'Abbas

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim, dari Ayyub, dari 'Abdullah bin Sa'id bin Jubair, dari ayahnya, dari Ibnu 'Abbas, dia berkata: Suatu malam aku bermalam di rumah bibiku. Nabi ﷺ bangun untuk salat malam, lalu aku ikut bangun untuk salat bersamanya. Aku berdiri di sebelah kirinya, maka beliau memegang kepalaku dan memindahkanku ke sebelah kanannya.

Bab : Mengeluh terhadap Imam seseorang jika dia memperpanjang shalat.

Diriwayatkan Jabir bin 'Abdullah Al-Ansari

Seorang laki-laki datang dengan membawa dua ekor unta nadihah (unta untuk menggarap sawah) ketika malam telah larut. Ia mendapati Mu'adz sedang salat, maka ia meninggalkan untanya dan pergi menghampiri Mu'adz. Mu'adz membaca surat Al-Baqarah atau surat An-Nisa. Laki-laki itu lalu pergi. Ketika berita sampai kepadanya bahwa Mu'adz mencelanya, ia datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengadukan Mu'adz. Nabi bersabda tiga kali: 'Wahai Mu'adz, apakah kamu hendak membuat orang lari (dari agama)? Alangkah baiknya jika engkau salat dengan membaca "Sabbihisma Rabbika" (Surat 87), "Wasy-syamsi wa dhuhaha" (91), atau "Wallaili idza yaghsya" (92), karena di belakangmu salat orang tua, orang lemah, dan orang yang memiliki keperluan.' Jabir berkata bahwa Mu'adz membaca surat Al-Baqarah ketika salat Isya.

Bab : Barangsiapa memotong As-Salat (shalat) setelah mendengar tangisan seorang anak.

Diriwayatkan Anas bin Malik

Sesungguhnya aku masuk ke dalam salat dan aku ingin memanjangkannya, tetapi aku mendengar tangisan anak kecil, maka aku meringankan (memperpendek) salat itu karena aku mengetahui betapa kerasnya perasaan ibunya disebabkan tangisannya.

Bab : Jika seseorang mempersembahkan Salat (shalat) dan memimpin orang-orang di Salat.

Diriwayatkan Jabir bin 'Abdullah

Mu`adh biasa salat bersama Nabi (ﷺ), kemudian ia mendatangi kaumnya lalu salat mengimami mereka.

Bab : Orang yang mengulangi Takbir (Allahu Akbar) Imam agar umat mendengarnya.

Diriwayatkan 'Aisha

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Dawud, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami al-A'masy, dari Ibrahim, dari al-Aswad, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata:

Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sakit pada penyakit yang menyebabkan beliau wafat, Bilal datang untuk memberi tahu beliau tentang salat. Beliau bersabda, "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin salat." Aku berkata, "Abu Bakar adalah seorang yang berhati lembut; jika dia berdiri di posisimu, dia akan menangis dan tidak mampu membaca Al-Qur'an." Beliau bersabda, "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin salat." Aku mengulangi perkataan yang sama. Maka pada kali ketiga atau keempat beliau bersabda, "Kalian adalah para sahabat perempuan Yusuf. Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin salat." Maka Abu Bakar memimpin salat, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar dengan ditopang oleh dua orang; seakan-akan aku melihat beliau menggores tanah dengan kedua kakinya. Ketika Abu Bakar melihat beliau, dia mundur, tetapi beliau memberi isyarat kepadanya untuk tetap salat. Maka Abu Bakar radhiyallahu 'anhu mundur, dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam duduk di sampingnya, sedangkan Abu Bakar mengumandangkan takbir untuk didengar orang-orang.