Bab : Dosa seseorang yang tidak menyelesaikan baris (yang tidak selaras) untuk doa
Muʿādh bin Asad menceritakan kepada kami: al-Faḍl bin Mūsā mengabarkan kepada kami: Saʿīd bin ʿUbayd aṭ-Ṭāʾī mengabarkan kepada kami, dari Bushayr bin Yasār al-Anṣārī, dari Anas bin Mālik, bahwa ia tiba di Madinah lalu dikatakan kepadanya: “Apakah engkau melihat perubahan pada kami sejak hari engkau mengenal Rasulullah ﷺ?” Ia menjawab: “Aku tidak melihat perubahan apa pun kecuali kalian tidak meluruskan shaf.”
Dan ʿUqbah bin ʿUbayd berkata, dari Bushayr bin Yasār: Anas bin Mālik tiba di Madinah dengan hadis ini.
Bab : Jika seseorang berdiri di sisi kiri Imam, dan Imam memakainya ke kanan dari belakang, Salat (shalat) adalah benar.
Aku pernah salat bersama Nabi ﷺ pada suatu malam, lalu aku berdiri di sisi kirinya. Maka Rasulullah ﷺ memegang kepalaku dari belakang dan menjadikanku di sisi kanannya. Kemudian beliau salat, lalu tidur. Setelah itu muazin datang, maka beliau bangun dan salat tanpa berwudu.
Bab : Jika ada tembok atau Sutra antara Imam dan para pengikut
Muhammad menceritakan kepada kami: 'Abdah mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Sa'id al-Anshari, dari 'Amrah, dari 'Aisyah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa shalat malam di kamarnya, sedangkan dinding kamar itu pendek. Maka orang-orang melihat sosok Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu sebagian orang berdiri dan ikut shalat dengan shalat beliau. Di pagi hari mereka membicarakan hal itu. Maka pada malam kedua beliau berdiri, dan sebagian orang ikut berdiri shalat dengan shalat beliau. Mereka melakukan itu selama dua atau tiga malam. Setelah itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam duduk dan tidak keluar. Ketika pagi tiba, orang-orang menyebutkan hal itu, maka beliau bersabda: "Sesungguhnya aku khawatir shalat malam itu diwajibkan atas kalian."
Bab : Doa malam.
Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ memiliki tikar yang beliau bentangkan pada siang hari dan beliau gunakan sebagai pembatas pada malam hari. Maka orang-orang berkumpul mendatanginya dan salat di belakangnya.
Bab : Perlunya mengucapkan Takbir, yaitu Allahu Akbar (Allah Maha Besar) dan dimulainya As-Salat (shalat)
Rasulullah ﷺ menunggang seekor kuda, lalu kuda itu terjatuh dan sisi kanan tubuh beliau terluka. Pada hari itu beliau shalat salah satu shalat dengan duduk, dan kami shalat di belakang beliau dengan duduk. Ketika Nabi ﷺ selesai shalat dengan salam, beliau bersabda, 'Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Jika ia shalat dengan berdiri, maka shalatlah dengan berdiri; jika ia ruku', maka ruku'lah; jika ia bangkit, maka bangkitlah; jika ia sujud, maka sujudlah; dan jika ia mengucapkan "Sami'a l-lahu liman hamidah", maka ucapkanlah "Rabbana wa laka l-hamd".'
Bab : Mengangkat kedua tangan saat mengucapkan Takbir pertama bersamaan dengan membuka Salat (shalat)
Ayahku berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahunya ketika membuka salat, dan ketika bertakbir untuk rukuk. Dan ketika mengangkat kepalanya dari rukuk, beliau melakukan hal yang sama, lalu mengucapkan, ‘Sami’a llāhu liman ḥamidah, rabbanā wa laka l-ḥamd’ (سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ) — “Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya; wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji.” Dan beliau tidak melakukan itu (mengangkat tangan) pada saat sujud.
Bab : Untuk meletakkan tangan kanan di sebelah kiri [dalam As-Salt (doa-doa)]
Abdullah bin Maslamah menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Abu Hazim, dari Sahl bin Sa'd, beliau berkata: Orang-orang diperintahkan agar seseorang meletakkan tangan kanannya di atas lengan kirinya dalam salat. Abu Hazim berkata, "Aku tidak mengetahuinya kecuali hal itu dinisbahkan kepada Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam)." Ismail berkata, "Hal itu dinisbahkan," dan dia tidak mengatakan, "dia menisbahkannya."
Bab : Apa yang harus dikatakan setelah Takbir
Telah menceritakan kepada kami Hafs bin Umar, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Qatadah, dari Anas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan Umar radhiallahu 'anhuma membuka salat dengan membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (Alhamdulillahi Rabbil 'alamin) – "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
Bab : Bab
Nabi Muhammad ﷺ pernah melaksanakan salat kusuf (gerhana). Beliau berdiri dan memperlama berdirinya, kemudian rukuk dan memperlama rukuknya, kemudian berdiri dan memperlama berdirinya, kemudian rukuk dan memperlama rukuknya, kemudian bangkit, kemudian sujud dan memperlama sujudnya, kemudian bangkit, kemudian sujud dan memperlama sujudnya. Kemudian beliau berdiri dan memperlama berdirinya, kemudian rukuk dan memperlama rukuknya, kemudian bangkit dan memperlama berdirinya, kemudian rukuk dan memperlama rukuknya, kemudian bangkit lalu sujud dan memperlama sujudnya, kemudian bangkit, kemudian sujud dan memperlama sujudnya. Setelah selesai, beliau bersabda, “Surga telah didekatkan kepadaku sehingga seandainya aku berani, niscaya aku akan membawakan kalian setandan buah darinya, dan Neraka telah didekatkan kepadaku sehingga aku berkata, ‘Wahai Tuhanku, apakah aku termasuk mereka?’ Tiba-tiba aku melihat seorang wanita – aku kira beliau bersabda –, seekor kucing mencakarnya. Aku bertanya, ‘Ada apa dengan wanita ini?’ Mereka menjawab, ‘Dia mengurung kucing itu hingga mati kelaparan; dia tidak memberinya makan dan tidak melepaskannya untuk mencari makan dari serangga tanah.’” Nafi’ berkata, “Aku kira beliau bersabda, ‘Dari serangga tanah.’”
Bab : Melihat Imam selama As-Salat (shalat)
Telah menceritakan kepada kami Musa, dia berkata: telah menceritakan kepada kami ʿAbdul-Wāḥid, dia berkata: telah menceritakan kepada kami al-Aʿmasy, dari ʿUmārah bin ʿUmair, dari Abū Maʿmar, dia berkata: Kami bertanya kepada Khabbāb, “Apakah Rasulullah ﷺ membaca (Al-Qur’an) pada salat Ẓuhur dan ʿAṣar?” Dia menjawab, “Ya.” Kami bertanya, “Bagaimana kalian mengetahui hal itu?” Dia menjawab, “Dengan gerakan jenggotnya.”
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dia berkata: telah mengabarkan kepada kami Abu Ishaq, dia berkata: aku mendengar Abdullah bin Yazid berkhutbah, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Al-Barra' – dan dia bukan seorang pendusta – bahwa apabila mereka salat bersama Nabi ﷺ, ketika beliau mengangkat kepalanya dari rukuk, mereka berdiri (tetap berdiri) sampai mereka melihat beliau sujud.
Muhammad bin Sinan menceritakan kepada kami: Fulayh menceritakan kepada kami: Hilal bin Ali menceritakan kepada kami, dari Anas bin Malik, dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat bersama kami, kemudian naik ke mimbar dan memberi isyarat dengan kedua tangannya ke arah kiblat masjid. Kemudian beliau bersabda, "Sungguh, aku baru saja melihat, sejak aku shalat bersama kalian, surga dan neraka ditampakkan di hadapan dinding ini, yaitu di arah kiblat. Aku tidak pernah melihat hari seperti hari ini dalam kebaikan dan keburukan." Beliau mengulanginya tiga kali.
Bab : Apakah diperbolehkan bagi seseorang untuk melihat-lihat dalam Salat (shalat) jika sesuatu terjadi pada seseorang? Atau dapatkah seseorang melihat sesuatu seperti ekspektasi dalam arahan kiblat?
Telah menceritakan kepada kami Yaḥyā bin Bukair, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Laits bin Saʿd, dari ʿUqail, dari Ibnu Syihāb, dia berkata: telah mengabarkan kepadaku Anas: Ketika kaum muslimin sedang melaksanakan shalat Subuh, tiba-tiba Rasulullah ﷺ membuka tabir kamar ʿĀʾisyah, lalu beliau melihat mereka yang sedang berbaris-baris (dalam shalat). Beliau tersenyum sambil tertawa. Abu Bakar radhiyallāhu ʿanhu mundur perlahan ke belakang untuk bergabung dengan barisan, karena mengira beliau ingin keluar (untuk menjadi imam). Kaum muslimin hampir saja terganggu dalam shalat mereka, tetapi beliau memberi isyarat kepada mereka: „Sempurnakanlah shalat kalian.“ Kemudian beliau menurunkan tabir. Dan beliau wafat di akhir hari tersebut.
Bab : Pembacaan Al-Qur'an (Surat Al-Fatiha) adalah wajib bagi Imam dan para pengikut, di rumah dan dalam perjalanan, dalam semua As-Salat (shalat) apakah pembacaan dilakukan secara diam atau keras.
Abu an-Nu'man menceritakan kepada kami, Abu 'Awanah menceritakan kepada kami, dari 'Abdul Malik bin 'Umair, dari Jabir bin Samurah, dia berkata: Sa'd berkata, "Aku biasa mengimami mereka shalat seperti shalat Rasulullah ﷺ, yaitu dua shalat (Zuhur dan Asar), tanpa menguranginya sedikit pun. Aku memanjangkan dua rakaat pertama dan memendekkan dua rakaat terakhir." Umar radhiallahu 'anhu berkata, "Itulah prasangka kami kepadamu."
Bab : Pembacaan Al-Qur'an dalam shalat Zuhur
Ayahku berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada dua rakaat pertama salat Zuhur membaca Al-Fatihah dan dua surah. Beliau memanjangkan pada rakaat pertama dan memendekkan pada rakaat kedua, dan terkadang beliau memperdengarkan ayat. Pada salat Asar beliau membaca Al-Fatihah dan dua surah pada dua rakaat pertama, dan beliau memanjangkan rakaat pertama. Dan beliau memanjangkan rakaat pertama salat Subuh dan memendekkan rakaat kedua.”
Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafs, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami ayahku, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, telah menceritakan kepadaku Umarah, dari Abu Ma'mar, dia berkata: Kami bertanya kepada Khabbab, "Apakah Nabi ﷺ membaca Al-Qur'an pada salat Zuhur dan Asar?" Dia menjawab, "Ya." Kami bertanya, "Dengan cara apa kalian mengetahui?" Dia menjawab, "Dari gerakan jenggotnya."
Bab : Pembacaan Al-Qur'an dalam shalat 'Ashar
Aku bertanya kepada Khabbab bin Al-Art apakah Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) membaca Al-Qur'an pada salat Zuhr dan Asar. Dia menjawab, „Ya.“ Aku bertanya, „Bagaimana kalian mengetahui bacaannya?“ Dia menjawab, „Dari gerakan janggutnya.“
Bab : Untuk membaca dengan lantang dalam doa 'Isya'.
Abu Nu'man menceritakan kepada kami: Mu'tamir menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari Bakr, dari Abu Rafi', ia berkata: Saya salat Isya di belakang Abū Hurairah, lalu ia membaca:
إِذَا السَّمَاءُ انشَقَّتْ
dan sujud. Lalu saya bertanya kepadanya, ia berkata: Saya sujud di belakang Abul-Qāsim (Nabi shallallahu ʿalaihi wa sallam), dan saya tidak akan berhenti sujud di ayat itu sampai saya bertemu dengannya.
Bab : Pembacaan dalam doa 'Isya
Telah menceritakan kepada kami Khallad bin Yahya, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Mus'ir, dia berkata: telah menceritakan kepada kami 'Adi bin Tsabit, dia mendengar Al-Barra' radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca {وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ} (Demi buah Tin dan buah Zaitun, surah At-Tin) pada shalat Isya', dan aku tidak pernah mendengar seorang pun yang lebih bagus suara atau bacaannya daripada beliau.
Bab : Untuk mengucapkan kata-kata Iqama sekali (dalam single) kecuali Qad-qamat-is-Salat
Anas berkata, “Bilal diperintahkan untuk mengucapkan lafaz adzan dua kali dan lafaz iqamah hanya satu kali.” Perawi di bawahnya, Isma'il, berkata, “Aku menyebutkan hal itu kepada Aiyub dan dia menambahkan, Kecuali iqamah (yaitu Qadqamat-is-salat yang seharusnya diucapkan dua kali).”