Sahih al-Bukhari

Sahih al-Bukhari 3816

Bab tentang pernikahan Nabi (ﷺ) dengan Khadijah dan keutamaannya (semoga Allah meridhainya).
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، قَالَ كَتَبَ إِلَىَّ هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْمَا غِرْتُ عَلَى امْرَأَةٍ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ، هَلَكَتْ قَبْلَ أَنْ يَتَزَوَّجَنِي، لِمَا كُنْتُ أَسْمَعُهُ يَذْكُرُهَا، وَأَمَرَهُ اللَّهُ أَنْ يُبَشِّرَهَا بِبَيْتٍ مِنْ قَصَبٍ، وَإِنْ كَانَ لَيَذْبَحُ الشَّاةَ فَيُهْدِي فِي خَلاَئِلِهَا مِنْهَا مَا يَسَعُهُنَّ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ali

Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Sebaik-baik wanitanya adalah Maryam, dan sebaik-baik wanitanya adalah Khadija."

Komentar

Keutamaan Para Penolong di Madinah (Anshar)

Sahih al-Bukhari - Hadits 3816

Teks Hadits

Saya tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi (ﷺ) sebanyak yang saya rasakan terhadap Khadijah (meskipun) dia meninggal sebelum dia menikahi saya, karena saya sering mendengar dia menyebutnya, dan Allah telah memberitahunya untuk memberikan kabar gembira bahwa dia akan memiliki istana Qasab (yaitu pipa batu mulia dan mutiara di Surga), dan setiap kali dia menyembelih seekor domba, dia akan mengirimkan bagian yang baik kepada teman-teman wanitanya.

Komentar

Riwayat ini dari Aisyah (semoga Allah meridainya) menunjukkan status luar biasa Khadijah binti Khuwailid (semoga Allah meridainya) di mata Rasulullah (ﷺ). Keutamaannya dalam Islam, sebagai yang pertama mempercayai kenabiannya, dan dukungannya yang tak tergoyahkan selama tahun-tahun paling sulit di Mekah menetapkan posisinya yang unik.

Istilah "cemburu" yang disebutkan di sini mengacu pada emosi manusia alami dalam hal cinta dan kasih sayang, bukan kecemburuan yang tercela yang mengarah pada kesalahan. Pengakuan Aisyah menyoroti tempat abadi Khadijah di hati Nabi meskipun dia telah meninggal.

"Istana Qasab" mengacu pada tempat tinggal khusus di Surga yang terbuat dari mutiara berongga, menunjukkan pangkatnya yang tinggi di antara penghuni Surga. Ingatan Nabi yang terus-menerus terhadapnya dan kebaikannya terhadap teman-temannya setelah kematiannya menunjukkan etika Islam dalam menjaga hubungan dengan orang-orang yang dicintai dari almarhum.

Pelajaran

Keutamaan menjadi yang pertama dalam memeluk Islam dan mendukung kebenaran

Kebolehan mengingat orang yang dicintai yang telah meninggal dan berbicara tentang kebaikan mereka

Pentingnya menjaga hubungan dengan teman dan keluarga almarhum

Status khusus bagi mereka yang mendukung agama di masa-masa sulit