Sahih al-Bukhari
Sahih al-Bukhari 3875
`Abdullah bin Muhammad al-Ju'fi menceritakan kepada kami: Hisyam menceritakan kepada kami, Ma'mar mengabarkan kepada kami dari az-Zuhri: 'Urwah bin az-Zubair menceritakan kepada kami bahwa 'Ubaidullah bin 'Adi bin al-Khiyar mengabarkan kepadanya bahwa al-Miswar bin Makhramah dan 'Abdurrahman bin al-Aswad bin 'Abd Yaghuts berkata kepadanya, “Apa yang menghalangimu untuk berbicara kepada paman (dari ibu)mu, 'Utsman, tentang saudaranya al-Walid bin 'Uqbah?” Dan manusia banyak membicarakan apa yang telah diperbuatnya kepadanya. 'Ubaidullah berkata, “Maka aku menunggu 'Utsman ketika dia keluar untuk salat, lalu aku berkata kepadanya, 'Aku punya keperluan kepadamu, yaitu nasihat.' Dia menjawab, 'Wahai seseorang, aku berlindung kepada Allah darimu.' Maka aku berpaling. Ketika aku selesai salat, aku duduk di dekat al-Miswar dan Ibnu 'Abd Yaghuts, lalu kuceritakan kepada keduanya apa yang kukatakan kepada 'Utsman dan apa yang dikatakannya kepadaku. Keduanya berkata, 'Engkau telah melaksanakan apa yang menjadi kewajibanmu.' Ketika aku sedang duduk bersama keduanya, tiba-tiba utusan 'Utsman datang kepadaku. Keduanya berkata, 'Allah telah mengujimu.' Maka aku berangkat hingga masuk ke rumahnya. Dia berkata, 'Apa nasihatmu yang kamu sebutkan tadi?' Maka aku membaca syahadat, lalu aku berkata, 'Sesungguhnya Allah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan menurunkan kitab kepadanya. Engkau termasuk orang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, beriman kepadanya, melakukan dua kali hijrah yang pertama, menyertai Rasulullah dan melihat petunjuknya. Manusia telah banyak membicarakan perkara al-Walid bin 'Uqbah. Maka wajib bagimu untuk menegakkan hukuman had atasnya.' Dia berkata kepadaku, 'Wahai anak saudaraku, apakah engkau pernah menjumpai Rasulullah?' Aku menjawab, 'Tidak, tetapi yang sampai kepadaku dari ilmunya sama seperti yang sampai kepada seorang gadis di balik tabirnya.' 'Utsman lalu membaca syahadat dan berkata, 'Sesungguhnya Allah mengutus Muhammad dengan kebenaran dan menurunkan kitab kepadanya. Aku termasuk orang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, dan aku beriman kepada apa yang dibawa oleh Muhammad. Aku melakukan dua kali hijrah yang pertama sebagaimana engkau katakan, dan aku menyertai Rasulullah serta berbaiat kepadanya. Demi Allah, aku tidak pernah mendurhakainya dan tidak pernah mengkhianatinya hingga Allah mewafatkannya. Kemudian Allah menjadikan Abu Bakar sebagai khalifah; demi Allah, aku tidak mendurhakainya dan tidak mengkhianatinya. Kemudian 'Umar dijadikan khalifah; demi Allah, aku tidak mendurhakainya dan tidak mengkhianatinya. Kemudian aku dijadikan khalifah. Bukankah aku memiliki hak atas kalian seperti hak yang mereka miliki atas diriku?' Mereka menjawab, 'Benar.' Dia berkata, 'Lalu apa hadits-hadits yang sampai kepadaku dari kalian ini? Adapun yang engkau sebutkan tentang perkara al-Walid bin 'Uqbah, maka insya Allah kami akan mengambil kebenaran dalam perkara itu.' Maka dia mencambuk al-Walid empat puluh kali cambukan, dan memerintahkan 'Ali untuk mencambuknya, dan 'Alilah yang mencambuknya.
Abu 'Abdullah berkata: “Bala'un min Rabbikum” adalah cobaan yang menimpa kalian berupa kesulitan. Dan pada tempat lain, al-bala' berarti al-ibtila' (ujian) dan at-tamhis (pemurnian). “Man balawtuhu wa mahhashtuhu” artinya aku mengeluarkan apa yang ada padanya. “Yablu” artinya menguji. “Mubtalikum” artinya penguji kalian. Adapun firman-Nya “bala'un azhim” adalah nikmat yang besar, dan itu berasal dari “ablaytuhu”, sedangkan yang itu berasal dari “ibtalaytuhu”.