Sahih al-Bukhari

Sahih al-Bukhari 7422

“... dan takhta-Nya ada di atas air...”
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏إِنَّ اللَّهَ لَمَّا قَضَى الْخَلْقَ كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي ‏"
Terjemahan
Narasi Abu Huraira

Nabi (ﷺ) berkata, “Ketika Allah telah menyelesaikan ciptaan-Nya, Dia menulis di atas takhtanya: 'Rahmat-Ku mendahului kemarahan-Ku. '

Komentar

Keesaan, Keunikan Allah (Tauhid)

Sahih al-Bukhari - Hadis 7422

Teks Hadis

Nabi (ﷺ) bersabda, "Ketika Allah telah menyelesaikan penciptaan-Nya, Dia menulis di atas Arsy-Nya: 'Rahmat-Ku mendahului Murka-Ku.'"

Komentar tentang Rahmat Ilahi

Hadis mulia ini menetapkan prinsip dasar bahwa Rahmat Allah meliputi segala sesuatu dan mendahului Murka-Nya. Tulisan ilahi di atas Arsy menandakan sifat kekal dan primordial dari belas kasih Allah terhadap ciptaan-Nya.

Frasa "Rahmat-Ku mendahului Murka-Ku" menunjukkan bahwa sifat rahmat Allah lebih komprehensif dan mendasar daripada sifat murka-Nya. Keutamaan ini bersifat temporal dan kualitatif - rahmat ditetapkan sebelum murka dalam ketetapan ilahi, dan ia didahulukan dalam perlakuan Allah terhadap hamba-hamba-Nya.

Wawasan Ilmiah

Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan dalam Fath al-Bari bahwa tulisan ini terjadi setelah penyelesaian penciptaan, menunjukkan bahwa rahmat adalah sifat penting Allah yang terwujud sepanjang keberadaan.

Al-Qurtubi mencatat bahwa tulisan ini berfungsi sebagai pengingat abadi bagi ciptaan tentang rahmat Allah yang tak terbatas, mendorong harapan dan mencegah keputusasaan dari pengampunan ilahi.

Penempatan "di atas Arsy-Nya" menandakan pentingnya tertinggi dari pernyataan ini, karena Arsy mewakili ciptaan terbesar Allah dan tempat kedudukan kedaulatan-Nya.

Implikasi Praktis

Pengajaran ini menanamkan harapan pada orang beriman sambil mempertahankan penghormatan terhadap keadilan ilahi. Ini mendorong pendosa untuk bertobat, mengetahui bahwa rahmat Allah luas dan mendahului hukuman-Nya.

Hadis ini memperkuat pemahaman Islam bahwa meskipun Allah adil dan akan menghukum pelaku kesalahan yang keras kepala, kecenderungan bawaan-Nya terhadap ciptaan-Nya adalah rahmat dan belas kasihan.