Siapa pun yang makan sampai dia kenyang Sahih al-Bukhari 5383

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ، عَنْ أُمِّهِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـتُوُفِّيَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم حِينَ شَبِعْنَا مِنَ الأَسْوَدَيْنِ التَّمْرِ وَالْمَاءِ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan 'Aisha

Nabi (ﷺ) wafat ketika kami telah memuaskan rasa lapar kami dengan dua benda hitam, yaitu kurma dan air.

Komentar

Teks Hadis

Nabi (ﷺ) wafat ketika kami telah memuaskan rasa lapar kami dengan dua hal hitam, yaitu kurma dan air.

Referensi Sumber

Sahih al-Bukhari 5383 - Makanan, Hidangan

Komentar Ilmiah

Riwayat ini dari Aisyah (semoga Allah meridainya) menunjukkan kesederhanaan dan asketisme yang mendalam yang mencirikan rumah tangga Nabi. "Dua hal hitam" merujuk pada kurma dan air - makanan pokok paling dasar yang tersedia di Madinah.

Para ulama mencatat bahwa hadis ini menyoroti beberapa pelajaran penting: Keluarga Nabi hidup dalam kemiskinan sukarela meskipun memiliki akses ke persediaan yang lebih besar, menunjukkan keterlepasannya dari kesenangan duniawi. Ini mengajarkan kepuasan dengan persediaan sederhana dan rasa syukur atas berkah dasar.

Waktu yang disebutkan - bahwa ini adalah kondisi mereka ketika Nabi wafat - menekankan bahwa misinya bukan untuk keuntungan duniawi tetapi murni untuk menyampaikan pesan Allah. Kesederhanaan ini bertahan hingga saat-saat terakhirnya, menetapkan contoh abadi bagi umatnya.

Ibn Hajar al-Asqalani berkomentar bahwa riwayat ini menggambarkan tingkat zuhd (asketisme) tertinggi dan menunjukkan bahwa makhluk terbaik puas dengan persediaan paling sederhana.