Sahih al-Bukhari

Bab

Abu Dzar (radhiyallahu 'anhu) berkata:

Aku berkata, "Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali didirikan di muka bumi?" Beliau bersabda, "Masjid al-Haram." Aku bertanya, "Kemudian yang mana?" Beliau menjawab, "Masjid al-Aqsa." Aku bertanya, "Berapa jarak waktu antara keduanya?" Beliau menjawab, "Empat puluh tahun. Kemudian di mana pun kamu mendapati waktu salat, maka salatlah, karena keutamaannya ada di situ."

Diriwayatkan oleh Abu Dzar

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali diletakkan di bumi?” Beliau menjawab, “Al-Masjid al-Haram.” Aku berkata, “Kemudian yang mana?” Beliau menjawab, “Al-Masjid al-Aqsa.” Aku berkata, “Berapa lama jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Kemudian di mana pun salat menjumpaimu, maka salatlah, karena keutamaan terdapat di dalamnya.”

Bab : Bab: Maka ketika para utusan datang kepada keluarga Luth, dia berkata, 'Sesungguhnya kalian adalah kaum yang tidak dikenal.'

Diriwayatkan oleh `Abdullah

Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) membaca: « فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ » (Hal-min-muddakir) [54:15], yaitu: 'Adakah orang yang mengambil pelajaran?'

Bab : Bab: Firman Allah Ta'ala: 'Dan kepada (kaum) Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shalih...'

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Zam'a

Aku mendengar Nabi (ﷺ) menyebut orang yang telah memotong kaki unta betina itu. Beliau bersabda: 'Orang laki-laki yang ditugaskan untuk itu adalah seorang yang memiliki kehormatan dan kekuatan, seperti Abu Zam'a dalam kekuatannya.'

Abdullah bin Zam'a

Telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Urwah, dari ayahnya, dari 'Abdullah bin Zam'a, dia berkata: Aku mendengar Nabi (ﷺ).

Lalu beliau menyebutkan orang yang memotong urat kaki unta betina itu, beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang memiliki kehormatan dan perlindungan, dengan kekuatan seperti Abu Zam'a, tampil untuk unta betina itu.”

Diriwayatkan oleh `Abdullah bin Zam`ah

Al-Humaidi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Hisyam bin 'Urwah menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari 'Abdullah bin Zam'ah, ia berkata: “Aku mendengar Nabi ﷺ. Dan beliau menyebutkan orang yang menyembelih unta betina, lalu bersabda: 'Seorang laki-laki yang kuat dan berpengaruh, seperti Abu Zam'ah, ditunjuk untuk unta itu.'”

Bab : Firman Allah Ta'ala: {Sungguh, dalam (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang bertanya}

Diriwayatkan dari Abu Hurairah

Rasulullah ﷺ ditanya, “Siapakah orang yang paling mulia di antara manusia?” Beliau menjawab, “Yang paling bertakwa kepada Allah di antara mereka.” Mereka berkata, “Bukan itu yang kami tanyakan kepadamu.” Beliau bersabda, “(Kalau begitu) orang yang paling mulia di antara manusia adalah Yusuf, Nabi Allah, putra Nabi Allah, putra Nabi Allah, putra Khalilullah.” Mereka berkata, “Bukan itu yang kami tanyakan kepadamu.” Beliau bersabda, “Apakah kalian bertanya kepadaku tentang asal-usul (tambang) orang-orang Arab? Manusia itu laksana tambang; orang-orang yang terbaik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di masa Islam apabila mereka memahami agama.”

Muhammad bin Salam meriwayatkannya dari 'Abdah dari 'Ubaidullah dari Sa'id dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya, "Siapakah orang yang paling mulia di antara manusia?" Beliau menjawab, "Yang paling bertakwa di antara mereka." Mereka berkata, "Bukan itu yang kami tanyakan." Beliau bersabda, "Maka orang yang paling mulia di antara manusia adalah Yusuf, Nabi Allah, putra Nabi Allah, putra Nabi Allah, putra Khalilullah (kekasih Allah)." Mereka berkata, "Bukan itu yang kami tanyakan." Beliau bersabda, "Kalau begitu, apakah kalian bertanya kepadaku tentang tambang-tambang orang Arab? Manusia itu seperti tambang; orang-orang terbaik mereka pada masa Jahiliyyah adalah orang-orang terbaik mereka pada masa Islam, jika mereka memahami." Dan Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami dari Abdah dari Ubaidullah dari Sa'id dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan hadits yang sama.

Diriwayatkan oleh Abu Huraira

Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) ditanya, “Siapakah orang yang paling mulia di antara manusia?” Beliau menjawab, “Yang paling bertakwa kepada Allah di antara mereka.” Mereka berkata, “Bukan itu yang kami tanyakan kepadamu.” Beliau bersabda, “Maka orang yang paling mulia adalah Yusuf, Nabi Allah, putra Nabi Allah, putra Nabi Allah, putra Khalilullah (kekasih Allah).” Mereka berkata, “Bukan itu yang kami tanyakan kepadamu.” Beliau bersabda, “Apakah kalian menanyakan kepadaku tentang tambang (asal-usul) orang-orang Arab? Manusia itu bagaikan tambang; orang-orang yang terbaik di masa Jahiliyah adalah yang terbaik di masa Islam apabila mereka memahami (agama).”

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya, "Siapakah orang yang paling mulia di antara manusia?" Beliau menjawab, "Yang paling bertakwa kepada Allah di antara mereka." Mereka berkata, "Bukan itu yang kami tanyakan kepadamu." Beliau bersabda, "Maka orang yang paling mulia di antara manusia adalah Yusuf, Nabi Allah, putra Nabi Allah, putra Nabi Allah, putra Khalilullah (kekasih Allah)." Mereka berkata, "Bukan itu yang kami tanyakan kepadamu." Beliau bersabda, "Apakah kalian bertanya kepadaku tentang asal-usul orang-orang Arab? Manusia itu bagaikan tambang; yang terbaik di antara mereka pada masa jahiliah adalah yang terbaik di antara mereka dalam Islam jika mereka memahami (agama)."

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah

Telah menceritakan kepadaku 'Ubaid bin Isma'il, dari Abu Usamah, dari 'Ubaidullah, dia berkata: telah mengabarkan kepadaku Sa'id bin Abu Sa'id, dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu: Rasulullah ﷺ ditanya, 'Siapakah orang yang paling mulia di antara manusia?' Beliau menjawab, 'Yang paling bertakwa kepada Allah di antara mereka.' Mereka berkata, 'Bukan itu yang kami tanyakan kepadamu.' Beliau bersabda, 'Kalau begitu, orang yang paling mulia di antara manusia adalah Yusuf, Nabi Allah, putra Nabi Allah, putra Nabi Allah, putra Kekasih Allah (Ibrahim).' Mereka berkata, 'Bukan itu yang kami tanyakan kepadamu.' Beliau bersabda, 'Apakah kalian bertanya kepadaku tentang asal-usul orang Arab? Manusia itu bagaikan tambang; orang-orang yang terbaik di masa Jahiliyah adalah yang terbaik di masa Islam apabila mereka memahami (agama).'

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Salam, telah mengabarkan kepada kami 'Abdah, dari 'Ubaidullah, dari Sa'id, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ dengan hadis ini.

Bab : Bab Firman Allah Azza wa Jalla: {وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى إِذْ رَأَى نَارًا} sampai firman-Nya: {بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى}

Diriwayatkan oleh Malik bin Sasaa

Telah menceritakan kepada kami Hudbah bin Khalid, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Anas bin Malik, dari Malik bin Shasha'ah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan kepada mereka tentang malam beliau diisra'kan hingga beliau sampai ke langit kelima. Ternyata di sana ada Harun. (Jibril) berkata: 'Ini Harun, beri salam kepadanya.' Maka aku memberi salam kepadanya; dia menjawab salam, kemudian berkata: 'Selamat datang wahai saudara yang saleh dan Nabi yang saleh.'

Hadits ini dikuatkan oleh Tsabit dan 'Abbad bin Abu 'Ali, dari Anas, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Bab : Bab: Firman Allah Ta'ala: {Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa} dan {Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung} (وهل أتاك حديث موسى، وكلم الله موسى تكليما).

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah

Rasulullah ﷺ bersabda, “Pada malam aku diisrakan, aku melihat Musa, seorang laki-laki kurus dengan rambut lurus, seolah-olah dia dari kaum Syanua. Dan aku melihat Isa, seorang laki-laki bertubuh sedang, merah wajahnya, seolah-olah baru keluar dari kamar mandi. Dan aku adalah anak keturunan Ibrahim ﷺ yang paling mirip dengannya. Kemudian aku dibawakan dua bejana, satu berisi susu dan yang lain berisi khamr. Dikatakan kepadaku, ‘Minumlah mana yang engkau suka.’ Aku mengambil susu dan meminumnya. Maka dikatakan, ‘Engkau telah mengambil fitrah. Jika engkau mengambil khamr, niscaya umatmu akan sesat.’”

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu

Rasulullah ﷺ bersabda pada malam Isra': "Aku melihat Musa, dia adalah seorang laki-laki berperawakan sedang, seakan-akan dia dari kalangan laki-laki Shanu'ah. Dan aku melihat Isa, dia adalah seorang laki-laki bertubuh sedang, kemerah-merahan, seakan-akan baru keluar dari kamar mandi (dīmās). Dan aku adalah anak cucu Ibrahim ﷺ yang paling mirip dengannya. Kemudian aku diberi dua bejana, yang satu berisi susu dan yang lain berisi khamr. Dikatakan kepadaku: 'Minumlah mana yang engkau kehendaki.' Aku mengambil susu lalu meminumnya. Maka dikatakan: 'Engkau memilih fitrah. Sesungguhnya jika engkau mengambil khamr, niscaya umatmu akan sesat.'"

Bab : Bab: Perkataan Allah Ta'ala: 'Dan (ingatlah) ketika Kami menjanjikan kepada Musa tiga puluh malam dan Kami sempurnakan dengan sepuluh, maka genaplah waktu yang ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya Harun: Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan ketika Musa datang untuk (memenuhi) waktu yang Kami tentukan dan Tuhan-nya berbicara dengannya, dia berkata: Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu. Dia (Allah) berfirman: Engkau tidak akan sanggup melihat-Ku...' sampai firman-Nya: '... dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.'

Diriwayatkan oleh Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari 'Amr bin Yahya, dari ayahnya, dari Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Manusia akan pingsan pada hari Kiamat. Maka aku adalah orang yang pertama kali sadar. Tiba-tiba aku melihat Musa sedang berpegangan pada salah satu tiang ‘Arsy. Aku tidak tahu apakah dia sadar lebih dulu dariku ataukah dia telah diberi balasan karena pingsannya di bukit (Tur).”

Bab : Kisah Al-Khidr bersama Musa (alayhima salam)

Diriwayatkan oleh Ibnu `Abbas

Ibnu `Abbas radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan bahwa dia dan Al-Hurr bin Qais Al-Fazari berselisih tentang sahabat Musa. Ibnu `Abbas berkata bahwa dia adalah Al-Khidr. Sementara itu, Ubay bin Ka`b lewat di dekat mereka; Ibnu `Abbas memanggilnya dan berkata: “Aku dan temanku ini berselisih tentang sahabat Musa yang bertanya jalan untuk bertemu dengannya. Apakah engkau mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan perihalnya?”

Dia menjawab: “Ya, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‘Ketika Musa sedang duduk di tengah sekelompok Bani Israil, seorang laki-laki datang dan bertanya: “Apakah engkau mengetahui seseorang yang lebih pandai darimu?” Musa menjawab: “Tidak.” Maka Allah mewahyukan kepada Musa: “Ya, hamba Kami, Al-Khidr (lebih pandai darimu).” Musa lalu bertanya jalan untuk menemuinya. Maka dijadikanlah ikan sebagai tanda baginya, dan dikatakan kepadanya: “Apabila engkau kehilangan ikan itu, kembalilah, karena engkau akan bertemu dengannya.” Maka Musa pun mengikuti ikan itu di lautan. Pelayan Musa berkata kepadanya: “Tahukah engkau, ketika kita beristirahat di batu itu, sesungguhnya aku lupa ikan itu, dan tidak ada yang membuatku lupa untuk mengingatnya kecuali setan.” Musa berkata: “Itulah yang kita cari.” Maka keduanya kembali menelusuri jejak mereka dan menemukan Al-Khidr. Adapun yang terjadi selanjutnya, itulah yang Allah kisahkan dalam Kitab-Nya.’”

Diriwayatkan oleh Sa'id bin Jubair

Telah menceritakan kepada kami 'Amr bin Muhammad, telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim, dia berkata; telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Shalih, dari Ibnu Syihab, bahwa 'Ubaidullah bin 'Abdullah mengabarkan kepadanya, dari Ibnu 'Abbas, bahwa dia dan Al-Hurr bin Qais Al-Fazari berselisih tentang sahabat Musa. Ibnu 'Abbas berkata, 'Dia adalah Al-Khidr.' Lalu Ubay bin Ka'b melewati mereka, Ibnu 'Abbas memanggilnya dan berkata, 'Aku berselisih dengan sahabatku ini tentang sahabat Musa yang bertanya jalan untuk bertemu dengannya. Apakah kamu pernah mendengar Rasulullah ﷺ menyebutkan kisahnya?' Dia menjawab, 'Ya, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika Musa berada di tengah-tengah orang banyak dari Bani Israil, seorang laki-laki datang kepadanya dan bertanya, 'Apakah kamu mengetahui seseorang yang lebih berilmu darimu?' Dia menjawab, 'Tidak.' Maka Allah mewahyukan kepada Musa, 'Benar, ada hamba Kami yaitu Al-Khidr.' Musa bertanya jalan untuk bertemu dengannya, lalu Allah menjadikan ikan sebagai tanda baginya, dan dikatakan kepadanya, 'Apabila kamu kehilangan ikan, maka kembalilah, karena kamu akan bertemu dengannya.' Maka dia mengikuti ikan itu di lautan, lalu pelayan mudanya berkata kepada Musa, 'Tahukah kamu ketika kita berlindung di batu? Sungguh, aku lupa ikan itu, dan tidak ada yang membuatku lupa untuk mengingatnya kecuali setan.' Musa berkata, 'Itulah yang kita cari.' Maka keduanya kembali mengikuti jejak mereka, lalu mereka menemukan Al-Khidr. Maka terjadilah apa yang telah Allah kisahkan dalam Kitab-Nya."'

Bab

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah

Rasulullah ﷺ bersabda, "Telah dikatakan kepada Bani Israil: Masukilah pintu gerbang (kota itu) dengan bersujud dan ucapkanlah: 'Ampunilah kami', tetapi mereka mengganti perkataan itu dan masuk dengan merangkak di atas pantat mereka sambil berkata: 'Sebiji gandum di dalam rambut'."

Diriwayatkan oleh Abu Huraira

Rasulullah ﷺ bersabda: “Telah dikatakan kepada Bani Israil: Masukilah pintu gerbang sambil bersujud dan katakanlah Hittah (ampunan). Tetapi mereka mengubahnya, lalu mereka masuk dengan merangkak di atas pantat mereka dan berkata: Habbah (biji-bijian) di dalam Sha'rah (rambut).”

Abu Huraira

Rasulullah ﷺ bersabda: “Dikatakan kepada Bani Israil: Masuklah melalui pintu sambil bersujud dan ucapkanlah ‘hittah’ (حِطَّةٌ, ampunilah kami). Tetapi mereka mengubahnya, lalu mereka masuk dengan merangkak di atas bokong mereka dan berkata ‘habbah fi sha’rah’ (حَبَّةٌ فِي شَعْرَةٍ, biji dalam rambut).”