حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan 'Abdullah

Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Barangsiapa menampar pipi, merobek pakaian dan mengikuti tradisi Hari-hari Kebodohan bukanlah dari kita."

Comment

Teks dan Konteks Hadis

Nabi (ﷺ) bersabda, "Barangsiapa yang menampar pipi, merobek pakaian, dan mengikuti tradisi Zaman Jahiliyah, maka dia bukan dari golongan kami." (Sahih al-Bukhari 1298)

Hadis yang mendalam ini dari bab "Pemakaman (Al-Janaa'iz)" dalam Sahih al-Bukhari membahas praktik berkabung yang dilarang yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Tindakan yang Dilarang Dijelaskan

Menampar pipi: Ini merujuk pada ekspresi fisik kesedihan yang berlebihan yang membahayakan diri sendiri, menunjukkan kurangnya kesabaran dan ketundukan pada ketetapan Ilahi.

Merobek pakaian: Menghancurkan pakaian sendiri dalam kesedihan meniru kebiasaan pra-Islam dan menunjukkan pemberontakan terhadap keputusan Allah.

Mengikuti tradisi Zaman Jahiliyah: Setiap praktik yang menyerupai kebiasaan Jahiliyah dalam berkabung, termasuk meratap, mencukur kepala, atau memanggil kemalangan.

Komentar Ulama

Imam al-Nawawi menjelaskan bahwa "bukan dari golongan kami" berarti orang tersebut tidak mengikuti cara kami dalam hal ini, meskipun mereka tetap Muslim. Larangan ini menekankan pentingnya menjaga martabat dalam kesedihan.

Ibn Hajar al-Asqalani mencatat bahwa hadis ini mengajarkan Muslim untuk membedakan diri dari praktik pra-Islam, menegaskan sabar (kesabaran) sebagai respons yang tepat terhadap musibah.

Berkabung yang Diperbolehkan

Islam memperbolehkan kesedihan alami dengan air mata dan duka, tetapi melarang ratapan yang berlebihan. Nabi (ﷺ) menangis ketika putranya Ibrahim meninggal, menunjukkan ekspresi emosi yang seimbang.

Berkabung Islam yang benar mencakup mencari pahala melalui kesabaran, membuat doa untuk almarhum, dan menerima ketetapan Allah dengan frasa "Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un."