bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) (p.b.u.h) bersabda, "Barangsiapa menghadiri prosesi pemakaman sampai dia mengucapkan shalat pemakaman untuknya, akan mendapatkan pahala yang setara dengan satu Qirat, dan barangsiapa mengiringinya sampai penguburan, akan mendapatkan pahala yang setara dengan dua Qirat." Ditanya, "Apa itu dua Qirat?" Dia menjawab, "Seperti dua gunung besar."
Teks Hadis & Referensi
"Barangsiapa menghadiri prosesi pemakaman hingga dia menawarkan shalat jenazah untuknya, akan mendapatkan pahala setara dengan satu Qirat, dan barangsiapa menemani hingga penguburan, akan mendapatkan pahala setara dengan dua Qirat." Ditanyakan, "Apa itu dua Qirat?" Dia menjawab, "Seperti dua gunung besar."
Kitab: Pemakaman (Al-Janaa'iz) | Penulis: Sahih al-Bukhari | Referensi: Sahih al-Bukhari 1325
Komentar tentang Struktur Pahala
Nabi ﷺ menetapkan sistem pahala bertingkat untuk kehadiran pemakaman. Tingkat pahala pertama (satu Qirat) diberikan untuk menemani almarhum ke lokasi shalat dan berpartisipasi dalam shalat jenazah (Salat al-Janazah). Ini menunjukkan kewajiban komunal (fard kifayah) dan dukungan spiritual untuk almarhum.
Pahala yang lebih besar (dua Qirat) disediakan bagi mereka yang menyelesaikan seluruh proses dengan menemani almarhum ke lokasi kuburan dan menyaksikan penguburan. Komitmen tambahan ini mencerminkan belas kasih yang lebih besar dan pemenuhan hak penuh saudara/saudari Muslim.
Memahami Pengukuran Qirat
Ketika para Sahabat menanyakan arti "dua Qirat," Nabi ﷺ memberikan perbandingan nyata: "Seperti dua gunung besar." Para ulama menjelaskan bahwa Qirat di sini merujuk pada ukuran besar pahala ilahi, bukan berat duniawi tertentu.
Analogi gunung berfungsi untuk menekankan nilai spiritual yang besar yang Allah tempatkan pada menemani Muslim dalam perjalanan terakhir mereka. Sama seperti gunung mewakili stabilitas dan keagungan, pahala-pahala ini substansial dan abadi di pandangan Allah.
Implikasi Hukum dan Spiritual
Hadis ini menetapkan keutamaan tinggi kehadiran pemakaman dalam hukum Islam. Para ulama menyimpulkan dari ini bahwa menemani prosesi pemakaman adalah tindakan yang disarankan (mustahabb) yang membawa manfaat spiritual yang luar biasa.
Sistem pahala bertingkat mendorong Muslim untuk menyelesaikan seluruh ritus pemakaman daripada pergi setelah shalat. Ini mencerminkan sifat komprehensif persaudaraan Islam, di mana orang-orang beriman saling mendukung dari kehidupan hingga kematian dan penguburan.
Aplikasi Praktis
Muslim harus berusaha untuk menghadiri shalat jenazah kapan pun memungkinkan, mengakui manfaat ganda: memenuhi hak Muslim yang meninggal dan mendapatkan pahala ilahi yang substansial.
Ketika keadaan memungkinkan, seseorang harus berusaha untuk menyelesaikan ritus pemakaman dengan menemani jenazah ke lokasi kuburan. Perbandingan dengan "dua gunung besar" harus memotivasi orang beriman untuk memprioritaskan tindakan ibadah dan belas kasih ini.