Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Seorang Muslim yang ketiga anaknya meninggal sebelum usia pubertas akan diberikan surga oleh Allah karena rahmat-Nya bagi mereka."
Teks Hadis & Referensi
Nabi (ﷺ) bersabda, "Seorang Muslim yang tiga anaknya meninggal sebelum usia baligh akan diberikan Surga oleh Allah karena rahmat-Nya kepada mereka." (Sahih al-Bukhari 1248, Kitab: Pemakaman - Al-Janaa'iz)
Komentar tentang Janji Ilahi
Hadis mulia ini mengandung kabar gembira yang besar bagi orang tua yang beriman yang menghadapi cobaan kehilangan beberapa anak. Para ulama menjelaskan bahwa janji ilahi ini berlaku khusus untuk anak-anak yang meninggal sebelum mencapai usia tanggung jawab hukum (bulugh), karena mereka dianggap suci dan bebas dari dosa.
Frasa "karena rahmat-Nya kepada mereka" menunjukkan bahwa pahala dari Allah berasal dari belas kasih-Nya yang tak terbatas terhadap anak-anak yang telah meninggal dan orang tua yang berduka. Kesabaran dan penerimaan orang tua terhadap ketetapan ilahi, ditambah dengan ketidakbersalahan anak-anak, menjadi sarana untuk pahala besar ini.
Interpretasi Ulama
Imam Ibn Hajar al-Asqalani, dalam komentarnya Fath al-Bari, menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan kemurahan hati Allah yang luar biasa. Pahala Surga diberikan bukan hanya sebagai kompensasi atas kehilangan, tetapi sebagai ungkapan rahmat ilahi yang melampaui pahala biasa.
Beberapa ulama menyebutkan bahwa angka "tiga" menandai ambang cobaan yang signifikan, meskipun rahmat Allah dapat mencakup mereka yang mengalami kehilangan lebih sedikit. Syarat utamanya adalah iman yang tulus (iman) dan ketabahan yang sabar (sabr) melalui cobaan.
Implikasi Praktis
Ajaran ini memberikan penghiburan yang mendalam bagi orang tua yang berduka sambil memperkuat eskatologi Islam. Ini mengingatkan orang beriman bahwa kehidupan duniawi adalah sementara dan bahwa keadilan serta rahmat tertinggi hanya milik Allah semata.
Hadis ini juga menekankan status tinggi anak-anak dalam Islam dan signifikansi spiritual dari cinta dan duka orang tua. Alih-alih menjadi tragedi yang tidak berarti, kehilangan seperti itu menjadi ujian iman yang transformatif dengan pahala abadi bagi mereka yang tetap teguh.