Para wanita meminta Nabi, "Tolong tetapkan satu hari untuk kami." Maka Nabi (صلى الله عليه وسلم) berkhotbah kepada mereka dan berkata, "Seorang wanita yang ketiga anaknya meninggal akan diselamatkan dari Api Neraka oleh mereka," Mendengar itu, seorang wanita bertanya, "Jika dua orang mati?" Nabi (صلى الله عليه وسلم) menjawab, "Bahkan dua (akan menyalinnya dari Api (Neraka)." Dan Abu Huraira menambahkan, "Anak-anak itu harus berada di bawah usia pubertas."
Komentar Hadis: Keutamaan Kesabaran dalam Kehilangan Anak
Riwayat ini dari Sahih al-Bukhari (1249, 1250) mengungkapkan rahmat ilahi yang mendalam bagi ibu-ibu yang beriman. Ketika para wanita meminta pengajaran agama khusus, Nabi merespons dengan penghiburan besar ini bagi mereka yang mengalami kehilangan anak.
Interpretasi Ulama tentang Pahala
Ulama klasik menjelaskan bahwa perlindungan dari neraka ini datang melalui ketabahan ibu (sabr) ketika diuji dengan kehilangan yang mendalam ini. Penerimaannya terhadap ketetapan ilahi mengubah tragedi menjadi peningkatan spiritual.
Imam Ibn Hajar al-Asqalani mencatat dalam Fath al-Bari bahwa syafaat ini terjadi karena kesabaran ibu menunjukkan ketundukan sepenuhnya kepada kehendak Allah, membuatnya layak mendapat perlindungan ilahi.
Kondisi Anak Pra-Pubertas
Klarifikasi Abu Huraira bahwa anak-anak harus di bawah pubertas menunjukkan mereka meninggal dalam keadaan kesucian alami (fitrah). Ulama menyatakan anak-anak seperti itu diberikan Surga, dan penerimaan sabar ibu mereka mendapatkan pahala luar biasa ini.
Kondisi ini juga menekankan bahwa keutamaan terletak pada kehilangan anak sebelum mengembangkan kewajiban (taklif), membuat kehilangan ibu lebih mengharukan dan kesabarannya lebih berjasa.
Implikasi Hukum dan Spiritual
Hadis ini menetapkan bahwa kehilangan anak, meskipun menyakitkan, mengandung rahmat ilahi yang tersembunyi. Ini mendorong Muslim untuk memandang cobaan sebagai sarana potensial untuk kemajuan spiritual daripada sekadar hukuman.
Wahyu bertahap (tiga anak, lalu dua) menunjukkan kebijaksanaan pedagogis Nabi, secara bertahap mengungkapkan rahmat Allah yang tak terbatas untuk mengangkat semangat penanya.