Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) pernah berdiri menyampaikan khotbah dan menyebutkan cobaan yang akan dihadapi orang di kubur. Ketika dia menyebutkan itu, orang-orang Muslim mulai berteriak keras.
Pemakaman (Al-Janaa'iz) - Sahih al-Bukhari 1373
Narasi ini dari Sahih al-Bukhari menggambarkan momen mendalam di mana Nabi Muhammad (ﷺ) menyampaikan khotbah mengenai ujian di kubur (fitnat al-qabr), menyebabkan kesedihan besar di antara para sahabat Muslim.
Komentar tentang Hadis
Ujian di kubur merujuk pada pertanyaan oleh malaikat Munkar dan Nakir setelah penguburan. Ini terjadi di alam perantara (barzakh) antara kematian dan kebangkitan.
Reaksi keras para sahabat menunjukkan iman mereka yang mendalam dan ketakutan akan hukuman Allah. Respons emosional mereka menunjukkan keseriusan ujian spiritual ini yang akan dihadapi setiap jiwa.
Para ulama menjelaskan bahwa ujian ini berfungsi untuk menetapkan iman almarhum, dengan orang beriman menjawab dengan benar melalui bantuan ilahi, sementara orang kafir gagal dalam ujian penting ini.
Implikasi Yuridis
Hadis ini menetapkan kenyataan hukuman dan pahala kubur, yang merupakan artikel fundamental dari akidah Islam.
Ini menekankan pentingnya mempersiapkan diri untuk ujian ini melalui iman yang tulus, perbuatan baik, dan mencari perlindungan Allah dari cobaan kubur.
Narasi ini juga menunjukkan kebolehan mengekspresikan reaksi emosional alami terhadap hal-hal keagamaan yang menginspirasi ketakutan akan Allah.