Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) biasa memohon (Allah): "Allahumma ini a'udhu bika min 'adhabi-l-Qabr, wa min 'adhabi-nnar, wa min fitnati-l-mahya wa-lmamat, wa min fitnati-l-masih ad-dajjal. (Ya Allah! Aku berlindung kepadamu dari azab di kubur dan dari azab di api neraka dan dari penderitaan hidup dan mati, dan penderitaan Al-Masih Ad-Dajjal."
Eksgesis Doa Kenabian
Doa yang mendalam dari Sahih al-Bukhari 1377 ini mengandung lima bentuk perlindungan yang diminta dari Allah, menunjukkan sifat komprehensif spiritualitas Islam yang mencakup keprihatinan duniawi dan akhirat.
Perlindungan dari Hukuman Kubur
Nabi (ﷺ) pertama-tama meminta perlindungan dari 'adhab al-qabr (hukuman kubur), yang dijelaskan oleh para ulama merujuk pada cobaan dan hukuman yang mungkin terjadi di barzakh (keadaan perantara) antara kematian dan kebangkitan. Ini mencerminkan pemahaman Islam bahwa pertanggungjawaban dimulai segera setelah kematian.
Perlindungan dari Api Neraka
Meminta perlindungan dari 'adhab al-nar (hukuman Api) mengakui konsekuensi tertinggi dari ketidaktaatan kepada Allah. Komentator klasik mencatat bahwa ini mencakup Api abadi bagi orang kafir dan hukuman sementara bagi orang beriman yang berdosa.
Cobaan Hidup dan Mati
Frasa "fitnati-l-mahya wa-lmamat" (cobaan hidup dan mati) mencakup semua bentuk cobaan. Para ulama menafsirkan ini termasuk: cobaan dalam hidup melalui godaan dan penyimpangan, dan cobaan dalam mati melalui kematian yang tidak benar atau iman yang melemah.
Cobaan Dajjal
Meminta perlindungan dari "fitnati-l-masih ad-dajjal" merujuk pada cobaan besar yang disebabkan oleh Al-Masih Palsu. Ahli tafsir klasik menekankan ini sebagai cobaan paling parah dalam sejarah manusia, memerlukan perlindungan ilahi untuk mempertahankan keyakinan yang benar.
Implikasi Hukum dan Spiritual
Doa ini, yang tercatat dalam bab "Pemakaman (Al-Janaa'iz)" Sahih al-Bukhari, mengajarkan umat Islam sifat komprehensif dari meminta perlindungan ilahi. Para ulama merekomendasikan pembacaannya selama shalat, terutama dalam tashahhud terakhir, sebagai bagian dari persiapan spiritual yang lengkap.