Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Setiap anak dilahirkan dengan iman Islam yang benar (yaitu tidak menyembah apapun kecuali Allah Saja) dan orang tuanya mengubahnya ke agama Yahudi atau Kristen atau Magianisme, seperti seekor binatang melahirkan bayi hewan yang sempurna. Apakah Anda merasa itu dimutilasi?"
Disposisi Alami (Al-Fitrah)
Hadis ini menetapkan doktrin Islam mendasar tentang fitrah - sifat primordial bawaan yang dengannya Allah menciptakan setiap manusia. Disposisi alami ini cenderung kepada tauhid (monoteisme) dan penyerahan kepada Kehendak Ilahi.
Perbandingan dengan hewan yang baru lahir menekankan kesempurnaan dan kemurnian keadaan asli ini, bebas dari korupsi yang mungkin kemudian diperkenalkan oleh pengaruh eksternal.
Pengaruh Orang Tua dan Penyimpangan Agama
Nabi (ﷺ) mengidentifikasi orang tua sebagai agen utama yang dapat mengalihkan anak-anak dari disposisi monoteistik alami mereka menuju Yudaisme, Kekristenan, atau Magianisme (Zoroastrianisme).
Ini menyoroti tanggung jawab besar orang tua Muslim untuk memelihara dan melestarikan fitrah anak-anak mereka melalui pengasuhan dan pendidikan Islam yang tepat.
Pertanyaan Retoris sebagai Bukti
Pertanyaan terakhir "Apakah Anda menemukannya dimutilasi?" berfungsi sebagai alat retoris yang kuat. Sama seperti hewan melahirkan keturunan yang lengkap dan tidak dimutilasi, begitu pula jiwa manusia diciptakan lengkap dalam penyerahan alami mereka kepada Allah.
Ini menetapkan bahwa penyimpangan agama adalah karakteristik yang diperoleh, bukan bawaan, menegaskan keadilan akuntabilitas ilahi.
Referensi Komentar Ilmiah
Narasi ini muncul dalam Sahih al-Bukhari 1385 di bawah bab "Pemakaman (Al-Janaa'iz)" dan dianggap sebagai salah satu koleksi hadis paling otentik dalam Islam.
Komentator klasik seperti Ibn Hajar al-Asqalani dan Al-Nawawi secara ekstensif membahas implikasi hadis ini untuk teologi Islam, pengasuhan anak, dan dialog antaragama.