Safiya, istri Nabi (صلى الله عليه وسلم) mengatakan kepada saya bahwa dia pergi ke Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) untuk mengunjunginya di masjid ketika dia berada di I'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dia berbicara dengannya sebentar, lalu dia bangun untuk kembali ke rumah. Nabi (صلى الله عليه وسلم) menemaninya. Ketika mereka sampai di gerbang masjid, di seberang pintu Um-Salama, dua orang Ansari lewat dan mereka menyapa Rasul Allah. Dia mengatakan kepada mereka: Jangan melarikan diri! Dan berkata, "Dia adalah (istriku) Safiya binti Huyai." Keduanya berkata, "Subhan Allah, (Beraninya kami memikirkan kejahatan) wahai Rasulullah (صلى الله عليه وسلم)!" Dan mereka merasakannya. Nabi bersabda (kepada mereka), "Setan menjangkau mana-mana di dalam tubuh manusia seperti darah sampai di dalamnya, (di mana-mana di dalam tubuh seseorang). Aku takut Setan akan memasukkan pikiran jahat ke dalam pikiranmu."
Beriktikaf di Masjid untuk Mengingat Allah (I'tikaf)
Sahih al-Bukhari - Hadith 2035
Keutamaan I'tikaf
I'tikaf adalah retret spiritual di masjid selama sepuluh hari terakhir Ramadan, mencari Lailatul Qadar dan mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan zikir.
Persahabatan Nabi dengan Istri-Istrinya
Nabi (ﷺ) mempertahankan hubungan yang baik dengan istri-istrinya bahkan selama I'tikaf, menunjukkan bahwa pengabdian spiritual tidak memerlukan isolasi total dari keluarga.
Kebijaksanaan di Balik Klarifikasi
Nabi (ﷺ) secara proaktif menjelaskan bahwa Safiya adalah istrinya untuk mencegah potensi kesalahpahaman, mengajarkan kita pentingnya menghilangkan keraguan sebelum muncul.
Sifat Pengaruh Setan
Bisikan setan dapat menembus hati manusia seperti darah beredar di tubuh. Tindakan pencegahan Nabi menunjukkan perlunya menjaga diri dari pikiran jahat.
Kesalehan Para Sahabat
Tanggapan langsung para lelaki Anshar "Subhan Allah" dan perasaan tertekan mereka ketika dicurigai menunjukkan tingkat takwa dan penghormatan mereka yang tinggi terhadap Nabi.
Pelajaran Praktis dalam Penyucian
Insiden ini mengajarkan pentingnya melindungi hati dari pikiran mencurigakan dan menjaga transparansi dalam interaksi untuk memelihara harmoni komunitas.