Pernikahan di bawah paksaan tidak sah Sahih al-Bukhari 6945
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَمُجَمِّعٍ، ابْنَىْ يَزِيدَ بْنِ جَارِيَةَ الأَنْصَارِيِّ عَنْ خَنْسَاءَ بِنْتِ خِذَامٍ الأَنْصَارِيَّةِ، أَنَّ أَبَاهَا، زَوَّجَهَا وَهْىَ ثَيِّبٌ، فَكَرِهَتْ ذَلِكَ، فَأَتَتِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلمفَرَدَّ نِكَاحَهَا.
Terjemahan
Diriwayatkan Khansa' binti Khidam Al-Ansariya
Bahwa ayahnya menikahinya ketika dia masih seorang matron dan dia tidak menyukai pernikahan itu. Maka dia datang dan (mengeluh) kepada para Nabi dan dia menyatakan bahwa pernikahan itu tidak sah. (Lihat Hadis No. 69, Vol. 7)