Sahih al-Bukhari

Bab : Jika ada banyak musafir, Adzan dan Iqama harus diucapkan, (hal yang sama harus diperhatikan) dalam 'Arafat dan Al-Muzdalifa juga

Diriwayatkan Abu Dhar

Kami bersama Nabi (sallallahu alayhi wa sallam) dalam suatu perjalanan, lalu muazin ingin mengumandangkan azan untuk salat Zuhur. Nabi (sallallahu alayhi wa sallam) berkata kepadanya: 'Tunggulah hingga cuaca lebih sejuk.' Kemudian dia ingin lagi mengumandangkan azan, tetapi Nabi (sallallahu alayhi wa sallam) berkata: 'Tunggulah hingga cuaca lebih sejuk.' Muazin itu ingin mengumandangkan azan lagi, tetapi Nabi (sallallahu alayhi wa sallam) bersabda: 'Tunggulah hingga cuaca lebih sejuk', hingga bayangan bukit-bukit sama panjang dengan tingginya. Nabi (sallallahu alayhi wa sallam) bersabda: 'Sesungguhnya panas yang ekstrem itu berasal dari hembusan neraka Jahanam.'

Diriwayatkan Malik

Kami datang kepada Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam), dan kami adalah para pemuda yang usianya hampir sama. Kami tinggal bersama beliau selama dua puluh hari dan malam. Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) sangat penyayang dan lembut. Ketika beliau mengira bahwa kami sudah merindukan keluarga kami, atau kami sudah rindu, beliau bertanya kepada kami tentang orang-orang yang kami tinggalkan, lalu kami kabarkan kepada beliau. Beliau bersabda: “Kembalilah kepada keluarga kalian, tinggallah bersama mereka, ajarkanlah mereka, dan perintahkanlah mereka berbuat kebaikan.” Dan beliau menyebutkan beberapa hal yang aku hafal atau tidak aku hafal. “Dan shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat. Apabila waktu shalat tiba, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan hendaklah yang paling tua di antara kalian yang menjadi imam.”

Bab : Haruskah Mu'adh-dhin membalikkan mulutnya (wajah) dan melihat dari sisi ke sisi selama Adzan?

Diriwayatkan 'Aun bin Abi Juhaifa

Ayahku berkata, “Aku melihat Bilal menoleh ke kanan dan ke kiri saat mengumandangkan azan.”

Bab : Perkataan seorang pria kepada Nabi (saw), "Kami tidak shalat."

Diriwayatkan Jabir bin 'Abdullah

Pada hari Al-Khandaq (parit), Umar bin Al-Khattab pergi menemui Nabi (ﷺ) dan berkata, 'Wahai Rasulullah (ﷺ)! Demi Allah, aku tidak bisa shalat (Asar) sampai matahari terbenam.' Umar menyampaikan hal ini kepada Nabi pada saat orang yang berpuasa telah berbuka (makan). Kemudian Nabi (ﷺ) pergi ke Buthan dan aku bersamanya. Beliau berwudhu, lalu menunaikan shalat Asar setelah matahari terbenam, kemudian shalat Maghrib.

Bab : Keunggulan shalat Subuh di jamaah.

Diriwayatkan Salim

Ummu ad-Darda' berkata: Abu ad-Darda' masuk dengan keadaan marah. Aku bertanya, 'Apa yang membuatmu marah?' Dia menjawab, 'Demi Allah! Aku tidak mengetahui dari umat Muhammad (shallallahu 'alaihi wa sallam) sesuatu pun kecuali mereka melaksanakan salat berjamaah.'

Bab : Setiap langkah menuju perbuatan baik dihargai

Diriwayatkan Humaid

Anas berkata: Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda, "Wahai Bani Salimah! Tidakkah kalian mengharap pahala atas setiap langkah kalian (menuju shalat)?" Mujahid berkata tentang firman Allah:

"Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan jejak-jejak mereka" (QS. Yasin: 12).

Ia berkata, "Maksudnya adalah langkah-langkah mereka." Dan Anas berkata bahwa Bani Salimah ingin pindah dari rumah-rumah mereka untuk dekat dengan Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam). Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) tidak suka jika mereka meninggalkan rumah-rumah mereka, lalu beliau bersabda, "Tidakkah kalian mengharap pahala atas jejak-jejak kalian?" Mujahid berkata, "Jejak-jejak mereka adalah langkah-langkah kaki mereka dan perjalanan mereka dengan berjalan kaki."

Bab : Batas yang ditetapkan bagi seorang pasien untuk menghadiri Salat (shalat) berjamaah?

Diriwayatkan Al-Aswad

Kami pernah berada di sisi Aisyah – radhiyallahu 'anha – dan kami menyebutkan tentang menjaga (keistiqomahan) shalat dan mengagungkannya. Ia berkata: Ketika Rasulullah – shallallahu 'alaihi wa sallam – sakit dengan sakit yang menyebabkan beliau wafat, dan waktu shalat tiba serta adzan dikumandangkan, beliau bersabda: “Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami orang-orang.” Dikatakan kepada beliau: “Sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang yang lembut hatinya; apabila dia berdiri di tempatmu, dia tidak akan mampu mengimami orang-orang.” Beliau mengulangi (perintahnya), dan mereka mengulangi (jawaban itu) kepadanya. Beliau mengulangi untuk ketiga kalinya dan bersabda: “Sungguh kalian adalah (seperti) sahabat-sahabat Yusuf. Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami orang-orang.” Maka Abu Bakar keluar lalu mengimami shalat. Nabi – shallallahu 'alaihi wa sallam – mendapati keringanan (sehat) pada dirinya, maka beliau keluar dengan ditopang oleh dua orang laki-laki, seakan-akan aku melihat kedua kaki beliau terseret di tanah karena sakit. Abu Bakar hendak mundur, tetapi Nabi – shallallahu 'alaihi wa sallam – memberi isyarat kepadanya agar tetap di tempatnya. Kemudian beliau dibawa hingga duduk di sampingnya. Ditanyakan kepada Al-A'masy: “Apakah Nabi – shallallahu 'alaihi wa sallam – shalat dan Abu Bakar mengikuti shalatnya, dan orang-orang mengikuti shalat Abu Bakar?” Maka ia menganggukkan kepalanya: “Ya.” Abu Dawud meriwayatkannya dari Syu'bah dari Al-A'masy sebagian darinya. Dan Abu Mu'awiyah menambahkan: “Beliau duduk di sebelah kiri Abu Bakar, sedangkan Abu Bakar shalat dengan berdiri.”

Bab : Diperbolehkan untuk berdoa di kediaman seseorang saat hujan atau jika ada alasan yang tulus

Diriwayatkan Nafi'

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Nafi', bahwa Ibnu Umar mengumandangkan adzan untuk shalat pada malam yang sangat dingin dan berangin, kemudian dia berkata: "Shalatlah di rumah-rumah kalian." Kemudian dia berkata: "Rasulullah ﷺ biasa memerintahkan muadzin, apabila malam itu dingin dan hujan, untuk mengatakan: 'Shalatlah di rumah-rumah kalian.'"

Diriwayatkan Mahmud bin Rabi' Al-Ansari

‘Itban bin Malik biasa memimpin kaumnya dalam salat dan dia adalah seorang yang buta. Dia berkata kepada Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam), "Wahai Rasulullah! Terkadang suasana gelap dan air banjir mengalir (di lembah), sedangkan aku adalah seorang yang buta. Maka mohonlah salat di suatu tempat di rumahku sehingga aku dapat menjadikannya sebagai Musalla (tempat salat)." Lalu Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) datang ke rumahnya dan bersabda, "Di manakah engkau suka aku salat?" ‘Itban menunjuk ke suatu tempat di rumahnya, lalu Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) salat di tempat tersebut.

Bab : Bisakah Imam mempersembahkan Salat (shalat) hanya dengan mereka yang hadir (untuk shalat)? Dan bisa menyampaikan Khutba (ceramah agama) pada hari Jumat jika hujan?

Diriwayatkan 'Abdullah bin Al-Harith

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdul-Wahhab, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdul-Hamid, sahabat Az-Ziyadi, dia berkata: Aku mendengar Abdullah bin Al-Harits berkata: Ibnu Abbas berkhutbah kepada kami pada hari yang hujan dan berlumpur. Ketika muadzin sampai pada (seruan) "Marilah menuju salat", Ibnu Abbas memerintahkan muadzin untuk mengucapkan: "Salatlah di tempat tinggal kalian." Lalu sebagian mereka saling memandang, seakan-akan mereka mengingkarinya. Maka Ibnu Abbas berkata: "Sepertinya kalian mengingkari hal ini. Sungguh, ini telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku — yaitu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sesungguhnya ini adalah kewajiban yang pasti, dan aku tidak suka memberatkan kalian."

Dan dari Hammad, dari 'Ashim, dari Abdullah bin Al-Harits, dari Ibnu Abbas seperti hadits di atas, hanya saja dia berkata: "Aku tidak suka menjadikan kalian berdosa, sehingga kalian datang menginjak tanah lumpur sampai ke lutut kalian."

Diriwayatkan Abu Sa'id Al-Khudri

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Yahya, dari Abu Salamah, dia berkata: Aku bertanya kepada Abu Sa'id Al-Khudri, lalu dia berkata: Awan datang lalu hujan turun sampai atap bocor, dan atap itu terbuat dari pelepah kurma. Kemudian iqamah dikumandangkan, dan aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sujud di atas air dan lumpur, sampai aku melihat bekas lumpur di keningnya.

Bab : (Kapan seseorang harus melakukannya) jika makanan telah disajikan dan Iqama telah diucapkan untuk As-Salat (shalat)

Diriwayatkan 'Aisha

Nabi ﷺ bersabda, "Apabila makan malam telah dihidangkan dan iqamah salat telah dikumandangkan, maka dahulukanlah makan malam."

Diriwayatkan Nafi'

Ibnu Umar berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Apabila makan malam salah seorang di antara kalian telah dihidangkan dan iqamah salat telah dikumandangkan, maka dahulukanlah makan malam itu dan janganlah tergesa-gesa hingga ia selesai darinya.’” Apabila makanan dihidangkan untuk Ibnu Umar dan iqamah telah dikumandangkan, ia tidak mendatangi salat hingga selesai, meskipun ia mendengar bacaan imam.

Bab : Ketika Imam dipanggil untuk As-Salat (shalat) sementara dia memiliki sesuatu di tangannya untuk dimakan.

Diriwayatkan Ja'far bin 'Amr bin Umaiya

Ayahku berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam makan daging pada lengan kambing, lalu beliau dipanggil untuk shalat. Beliau berdiri, meletakkan pisau, lalu shalat tanpa berwudhu.

Bab : Mempersembahkan Salat (shalat) di depan umat dengan tujuan semata-mata untuk mengajarkan mereka Salat Nabi (saw) dan Sunnahnya (cara hukum dll.)

Diriwayatkan Aiyub

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Wuhaib, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Abu Qilabah, dia berkata: Malik bin Huwairith datang kepada kami di masjid kami ini lalu berkata: “Aku shalat di hadapan kalian, dan aku tidak bermaksud menjadi imam, tetapi aku shalat sebagaimana aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat.” Maka aku bertanya kepada Abu Qilabah: “Bagaimana beliau shalat?” Dia menjawab: “Seperti syaikh kami ini.” Dia berkata: Dan syaikh itu duduk apabila dia mengangkat kepalanya dari sujud sebelum bangkit pada rakaat pertama.

Bab : Orang-orang terpelajar yang beragama berhak didahulukan dalam memimpin Salat (shalat)

Diriwayatkan 'Aisha

Abdullah bin Yusuf menceritakan kepada kami, ia berkata: Malik mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu 'anha, sesungguhnya ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ketika sakitnya: “Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat orang-orang.” Aisyah berkata: Aku berkata: “Jika Abu Bakar berdiri di tempatmu, orang-orang tidak akan mendengarnya karena tangisnya. Maka perintahkanlah Umar untuk memimpin shalat orang-orang.” Aisyah berkata: Aku berkata kepada Hafshah: “Katakanlah kepadanya: Jika Abu Bakar berdiri di tempatmu, orang-orang tidak akan mendengarnya karena tangisnya. Maka perintahkanlah Umar untuk memimpin shalat orang-orang.” Hafshah pun melakukannya. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Cukup! Sesungguhnya kalian adalah sahabat-sahabat Yusuf. Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin shalat orang-orang.” Hafshah berkata kepada Aisyah: “Aku tidak pernah mendapat kebaikan darimu.”

Diriwayatkan Hamza bin 'Abdullah

Yahya bin Sulaiman menceritakan kepada kami: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami: Yunus menceritakan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Hamzah bin Abdullah, bahwa ia diberitahu oleh ayahnya, ia berkata: Ketika penyakit Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) semakin parah, beliau diberitahu tentang shalat. Beliau bersabda: “Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin orang-orang dalam shalat.” Aisyah berkata: “Abu Bakar adalah seorang yang lembut hatinya; apabila dia membaca (Al-Qur'an), tangisannya mengalahkannya.” Beliau bersabda: “Suruhlah dia untuk memimpin shalat.” Aisyah mengulangi (keberatannya). Beliau bersabda: “Suruhlah dia untuk memimpin shalat. Sesungguhnya kalian (para wanita) adalah sahabat-sahabat Yusuf.” Az-Zubaidi, Ibnu Akhi az-Zuhri, dan Ishaq bin Yahya al-Kalbi mengikuti riwayatnya dari az-Zuhri. Dan Uqail serta Ma'mar meriwayatkan dari az-Zuhri, dari Hamzah, dari Nabi (صلى الله عليه وسلم).

Bab : Imam ditunjuk untuk diikuti

Diriwayatkan 'Ubaidullah Ibnu 'Abdullah bin 'Utba

Aku menemui Aisyah dan bertanya, "Tidakkah engkau menceritakan kepadaku tentang sakitnya Rasulullah ﷺ?" Ia menjawab, "Ya. Nabi ﷺ sakit parah dan bertanya apakah orang-orang sudah salat. Kami menjawab, 'Belum, mereka menunggumu.' Beliau bersabda, 'Letakkanlah air untukku di bejana.' Kami pun melakukannya. Beliau mandi, lalu mencoba bangkit, tetapi pingsan. Ketika sadar, beliau bertanya lagi apakah orang-orang sudah salat. Kami menjawab, 'Belum, mereka menunggumu, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda lagi, 'Letakkanlah air untukku di bejana.' Beliau duduk dan mandi, lalu mencoba bangkit, tetapi pingsan lagi. Kemudian beliau sadar dan bertanya, 'Apakah orang-orang sudah salat?' Kami menjawab, 'Belum, mereka menunggumu, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Letakkanlah air untukku di bejana.' Lalu beliau duduk, mandi, dan mencoba bangkit, tetapi pingsan. Ketika sadar, beliau bertanya, 'Apakah orang-orang sudah salat?' Kami menjawab, 'Belum, mereka menunggumu, wahai Rasulullah. Orang-orang berada di masjid menunggu Nabi ﷺ untuk salat Isya yang terakhir.'"

Maka Nabi ﷺ mengutus seseorang kepada Abu Bakar untuk mengimami orang-orang. Utusan itu datang kepada Abu Bakar dan berkata, "Rasulullah ﷺ memerintahkanmu untuk mengimami orang-orang." Abu Bakar adalah seorang yang berhati lembut, maka ia berkata, "Wahai Umar, imamilah orang-orang." Umar menjawab, "Engkau lebih berhak untuk itu." Maka Abu Bakar mengimami salat pada hari-hari itu. Ketika Nabi ﷺ merasa sedikit lega, beliau keluar untuk salat Zuhur dengan bertumpu pada dua orang, salah satunya adalah Al-Abbas, sementara Abu Bakar sedang mengimami orang-orang. Ketika Abu Bakar melihatnya, ia ingin mundur, tetapi Nabi ﷺ memberi isyarat kepadanya agar tidak mundur, dan bersabda, "Dudukkanlah aku di sampingnya." Maka mereka mendudukkan beliau di samping Abu Bakar. Abu Bakar pun salat dengan mengikuti salat Nabi ﷺ, dan orang-orang mengikuti salat Abu Bakar, sedangkan Nabi ﷺ duduk.

Ubaidullah berkata: Kemudian aku menemui Abdullah bin Abbas dan bertanya, "Maukah aku sampaikan kepadamu apa yang diceritakan Aisyah kepadaku tentang sakitnya Nabi ﷺ?" Ia menjawab, "Silakan." Maka aku sampaikan cerita Aisyah kepadanya, dan ia tidak mengingkarinya sedikit pun, hanya saja ia bertanya, "Apakah Aisyah menyebutkan kepadamu nama orang yang bersama Al-Abbas?" Aku menjawab, "Tidak." Ia berkata, "Orang itu adalah Ali."

Bab : Jika Imam tidak mempersembahkan Salat (shalat) dengan sempurna dan para pengikut mempersembahkannya dengan sempurna

Diriwayatkan Abu Huraira

Rasulullah ﷺ bersabda, “Mereka memimpin salat untuk kalian. Jika mereka benar, maka pahala untuk kalian; dan jika mereka salah, maka pahala untuk kalian dan kesalahan atas mereka.”

Bab : Berdiri di sisi kanan Imam pada garis yang sama jika hanya dua orang (termasuk Imam) yang mempersembahkan Salat (shalat) berjamaah

Diriwayatkan Ibnu 'Abbas

Aku pernah menginap di rumah bibiku (dari pihak ibu), Maimunah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat Isya, kemudian datang dan shalat empat rakaat, lalu tidur. Kemudian beliau bangun, lalu aku datang dan berdiri di samping kiri beliau, lalu beliau menjadikanku di samping kanannya. Beliau shalat lima rakaat, kemudian shalat dua rakaat, lalu tidur hingga aku mendengar suara dengkurannya (atau suara nafasnya). Kemudian beliau keluar untuk shalat (Subuh).