حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ، وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ رَجُلٌ عَلَى فَضْلِ مَاءٍ بِطَرِيقٍ يَمْنَعُ مِنْهُ ابْنَ السَّبِيلِ، وَرَجُلٌ بَايَعَ رَجُلاً لاَ يُبَايِعُهُ إِلاَّ لِلدُّنْيَا، فَإِنْ أَعْطَاهُ مَا يُرِيدُ وَفَى لَهُ، وَإِلاَّ لَمْ يَفِ لَهُ، وَرَجُلٌ سَاوَمَ رَجُلاً بِسِلْعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ، فَحَلَفَ بِاللَّهِ لَقَدْ أُعْطِيَ بِهِ كَذَا وَكَذَا، فَأَخَذَهَا ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Narasi Abu Huraira

Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga orang yang Allah tidak akan berbicara dengannya, tidak melihat dan tidak menyucikan (dosa-dosa), dan mereka akan mendapat siksa yang pedih. ﷺ (Mereka): (1) Seorang pria memiliki air yang berlebihan di jalan dan dia menahannya dari para pengembara. (2) Seorang pria yang berjanji setia kepada seorang penguasa Muslim dan memberikannya hanya untuk keuntungan duniawi. Jika penguasa memberinya apa yang diinginkannya, dia tetap taat padanya, jika tidak dia tidak taat padanya, dan (3) seorang pria menawar dengan orang lain setelah shalat `Asr dan yang terakhir mengambil sumpah palsu atas nama Allah) mengklaim bahwa dia telah dipersembahkan begitu banyak untuk barang itu dan yang pertama (percaya dan) membelinya.”

Comment

Komentar Hadis: Tiga Kategori yang Terkutuk

Hadis yang mendalam dari Sahih al-Bukhari (2672) ini mengidentifikasi tiga dosa besar yang mendatangkan ketidaksenangan dan hukuman berat dari Allah. Nabi Muhammad (ﷺ) memperingatkan bahwa individu-individu ini akan dirampas dari komunikasi ilahi, pandangan, dan pemurnian.

Kategori Pertama: Penahan Air Para Musafir

Ulama menjelaskan bahwa menahan air berlebih dari para musafir mewakili keegoisan ekstrem dan kekerasan hati. Dalam kondisi gurun, air berarti kehidupan itu sendiri. Tindakan ini menunjukkan pengabaian total terhadap penderitaan manusia dan melanggar prinsip Islam untuk membantu mereka yang sangat membutuhkan.

Hukuman mencerminkan keseriusannya: Allah tidak akan berbicara kepada orang seperti itu maupun memurnikan mereka, menunjukkan pengabaian spiritual yang lengkap. Ini berfungsi sebagai peringatan terhadap memonopoli sumber daya penting yang telah Allah sediakan untuk semua ciptaan.

Kategori Kedua: Kesetiaan yang Opportunistik

Ini merujuk pada seseorang yang berjanji setia kepada penguasa Muslim dengan niat duniawi semata. Loyalitas mereka bergantung pada keuntungan materi. Jika puas, mereka taat; jika tidak, mereka memberontak.

Ulama klasik menekankan bahwa bay'ah (janji setia) adalah perjanjian suci yang harus dihormati demi Allah, bukan untuk manfaat sementara. Pengkhianatan ini merusak stabilitas sosial dan melanggar kepercayaan yang diberikan kepada kepemimpinan Muslim.

Kategori Ketiga: Transaksi Penipuan Setelah Asar

Waktu setelah shalat Asar signifikan karena mendekati malam ketika orang lelah dan kurang waspada. Sumpah palsu selama transaksi bisnis pada waktu rentan ini memperparah dosa.

Ulama mencatat bahwa ini menggabungkan beberapa pelanggaran: penipuan, sumpah palsu menggunakan nama Allah, dan mengeksploitasi kepercayaan orang lain. Keseriusannya terletak pada membuat Allah sebagai saksi kepalsuan, yang mewakili ketidakhormatan tertinggi terhadap Yang Ilahi.

Implikasi Spiritual

Tiga hukuman yang disebutkan—Allah tidak berbicara, tidak memandang, dan tidak memurnikan pendosa—mewakili isolasi spiritual yang lengkap. Ini adalah perampasan tertinggi bagi jiwa yang diciptakan untuk koneksi ilahi.

Hukuman "yang menyakitkan" berfungsi sebagai peringatan dan pengingat bahwa dosa-dosa ini menyerang inti etika sosial Islam: berbagi sumber daya, integritas politik, dan kejujuran komersial.