Saya mendengar 'Imran bin Husain berkata, “Nabi (ﷺ) berkata, 'Orang-orang terbaik adalah orang-orang yang hidup di generasi saya, kemudian mereka yang datang setelah mereka, dan kemudian mereka yang datang sesudahnya (generasi kedua).” Imran berkata, “Saya tidak tahu apakah Nabi (ﷺ) menyebutkan dua atau tiga generasi setelah generasi Anda sekarang. Rasulullah SAW menambahkan, “Sesudah kamu ada beberapa orang yang tidak jujur dan tidak dapat dipercaya dan akan memberikan kesaksian (bukti) tanpa diminta untuk memberi kesaksian, dan akan bersumpah tetapi tidak memenuhi sumpahnya, dan obesitas akan muncul di antara mereka.” ﷺ
Komentar Hadis: Tiga Generasi Terbaik
Hadis mulia ini dari Sahih al-Bukhari 2651 menetapkan hierarki spiritual komunitas Muslim sepanjang waktu, dimulai dengan generasi Nabi sebagai puncak keunggulan.
Tiga Generasi yang Diberkahi
Nabi (ﷺ) dengan jelas menggambarkan tiga generasi unggul: Sahabatnya sendiri (As-Sahabah), diikuti oleh penerus mereka (At-Tabi'un), dan kemudian penerus dari penerus (Atba' at-Tabi'in).
Para ulama mencatat bahwa ketidakpastian yang diungkapkan oleh 'Imran bin Husain mengenai apakah dua atau tiga generasi yang disebutkan mencerminkan kejujuran teliti Sahabat dalam menyampaikan persis apa yang mereka dengar.
Tanda-Tanda Generasi Kemudian
Nabi meramalkan penurunan moral tertentu: ketidakjujuran dalam transaksi, pelanggaran kepercayaan, kesaksian tanpa diminta, sumpah yang tidak dipenuhi, dan munculnya obesitas.
Komentator klasik menjelaskan bahwa kesaksian tanpa diminta menunjukkan keinginan untuk menonjol daripada kebenaran, sementara obesitas menandakan keterlibatan berlebihan dalam kesenangan duniawi dan pengabaian disiplin spiritual.
Wawasan Ilmiah
Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari mencatat bahwa hadis ini memberikan penghiburan - generasi kemudian masih dapat mencapai kebenaran dengan mengikuti bimbingan para pendahulu yang diberkahi ini.
Penyebutan kegagalan moral tertentu berfungsi sebagai nubuat dan peringatan, mendorong Muslim untuk secara sadar melawan kecenderungan ini melalui kepatuhan ketat pada etika Islam.