Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menjaga dan bekerja untuk seorang janda dan orang miskin, adalah seperti seorang pejuang yang berjuang untuk Allah atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan shalat sepanjang malam.” ﷺ Diriwayatkan Abu Huraira bahwa Nabi (ﷺ) mengatakan seperti di atas.
Teks dan Konteks Hadis
"Nabi (ﷺ) bersabda 'Orang yang menjaga dan bekerja untuk seorang janda dan untuk orang miskin, seperti pejuang yang berperang untuk Tujuan Allah atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan sholat sepanjang malam.' Diriwayatkan Abu Huraira bahwa Nabi (ﷺ) bersabda seperti di atas." (Sahih al-Bukhari 6006)
Makna dan Signifikansi
Hadis mulia ini dari bab "Akhlak Baik dan Bentuk (Al-Adab)" mengangkat status merawat anggota masyarakat yang paling rentan ke tingkat spiritual tertinggi. Nabi (ﷺ) menyamakan melayani janda dan orang miskin dengan dua tindakan Islam yang paling dihormati: jihad di jalan Allah dan ibadah terus-menerus melalui puasa dan sholat malam.
Perbandingan dengan mujahid (pejuang) menandakan perjuangan dan pengorbanan spiritual yang besar yang terlibat dalam melayani orang lain secara konsisten. Paralel dengan orang yang berpuasa dan sholat di malam hari menyoroti sifat terus-menerus dari layanan ini dan imbalan spiritualnya yang mendalam.
Komentar Ilmiah
Imam Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan dalam Fath al-Bari bahwa hadis ini menunjukkan pendekatan Islam yang komprehensif terhadap ibadah, di mana layanan sosial menjadi tindakan pengabdian yang setara dengan ibadah fisik dan spiritual. Janda mewakili mereka yang kehilangan penyedia mereka, sementara orang miskin mewakili mereka yang membutuhkan materi.
Al-Qurtubi mencatat bahwa frasa "menjaga dan bekerja untuk" menyiratkan dukungan materi dan layanan pribadi, menunjukkan bahwa bantuan keuangan saja, meskipun berharga, tidak lengkap tanpa keterlibatan pribadi dan dukungan emosional.
Para ulama menekankan bahwa ajaran ini mengarahkan energi komunitas Muslim menuju membangun masyarakat yang penuh kasih sayang di mana yang kuat mendukung yang lemah, mencerminkan deskripsi Nabi tentang orang-orang beriman seperti satu tubuh dalam rahmat dan perawatan.
Aplikasi Praktis
Hadis ini mendorong Muslim untuk secara aktif mencari janda, yatim, dan yang miskin di komunitas mereka dan melayani mereka dengan konsistensi dan ketulusan. Layanan harus mencakup bantuan materi dan dukungan emosional.
Ajaran ini mengingatkan kita bahwa keunggulan spiritual tidak terbatas pada masjid dan sajadah sholat tetapi meluas ke bagaimana kita memperlakukan anggota masyarakat yang paling rentan. Setiap tindakan layanan yang tulus menjadi tindakan ibadah dengan imbalan spiritual yang besar.