حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَبِي سُلَيْمَانَ، مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ قَالَ أَتَيْنَا النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ، فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ لَيْلَةً، فَظَنَّ أَنَّا اشْتَقْنَا أَهْلَنَا، وَسَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا فِي أَهْلِنَا، فَأَخْبَرْنَاهُ، وَكَانَ رَفِيقًا رَحِيمًا فَقَالَ ‏"‏ ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ، وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي، وَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ، ثُمَّ لِيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Narasi dari Jarir bin Abdullah

Rasulullah SAW berkata, “Barangsiapa tidak berbelas kasihan kepada orang lain, tidak akan diperlakukan dengan belas kasihan. ﷺ

Comment

Teks Hadis

Nabi (ﷺ) bersabda, "Barangsiapa tidak berbelas kasih kepada orang lain, tidak akan diperlakukan dengan belas kasih."

Referensi: Sahih al-Bukhari 6013 | Kitab: Akhlak dan Tata Krama yang Baik (Al-Adab)

Komentar tentang Makna

Hadis yang mendalam ini menetapkan prinsip dasar keadilan ilahi dan interaksi manusia. Belas kasih yang ditunjukkan Allah kepada hamba-hamba-Nya terhubung langsung dengan belas kasih yang mereka tunjukkan terhadap ciptaan-Nya. Ini mencakup semua makhluk - manusia, hewan, dan bahkan lingkungan.

Para ulama menjelaskan bahwa ini mencakup konsekuensi duniawi dan akhirat. Dalam kehidupan ini, orang yang tidak memiliki belas kasih menemukan hatinya mengeras dan hubungannya tegang. Di akhirat, belas kasih tertinggi Surga mungkin ditolak bagi mereka yang menahan belas kasih dari ciptaan Allah.

Lingkup Belas Kasih yang Diperlukan

Belas kasih yang disebutkan meluas kepada orang tua, anak-anak, pasangan, kerabat, tetangga, yatim, orang miskin, dan bahkan hewan. Ibn Hajar al-Asqalani berkomentar bahwa ini termasuk menunjukkan belas kasih kepada yang muda, menghormati yang tua, membantu yang membutuhkan, dan bersikap lembut dengan semua makhluk hidup.

Al-Nawawi menekankan bahwa belas kasih ini harus asli, berasal dari hati, bukan hanya tindakan dangkal. Ini termasuk memaafkan kesalahan, mengabaikan kekurangan, dan mendoakan kebaikan untuk orang lain.

Koneksi Ilahi

Hadis ini menghubungkan perilaku manusia langsung dengan perlakuan ilahi. Karena Allah adalah Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), Dia mencintai mereka yang mewujudkan sifat ini. Kualitas belas kasih menjadi sarana di mana orang beriman mencapai belas kasih dan pengampunan Allah.

Para ulama mencatat bahwa prinsip ini beroperasi baik di dunia ini maupun di akhirat. Orang yang menunjukkan belas kasih menemukan belas kasih dalam pergaulannya dengan orang dan akhirnya dari Tuhannya pada Hari Penghakiman.

Implementasi Praktis

Aplikasi praktis termasuk: berbicara dengan baik, memberi makan yang lapar, mengunjungi yang sakit, menghibur yang berduka, bersabar dengan kekurangan orang lain, dan menunjukkan belas kasih kepada hewan dengan memberikan perawatan yang tepat dan menghindari bahaya.

Hadis ini berfungsi sebagai pengingat yang kuat bahwa perlakuan kita terhadap orang lain secara langsung mempengaruhi bagaimana Allah akan memperlakukan kita, menjadikan belas kasih bukan hanya kebajikan tetapi komponen penting dari iman.