حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو، عَنْ خَيْثَمَةَ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ، قَالَ ذَكَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم النَّارَ، فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ، ثُمَّ ذَكَرَ النَّارَ، فَتَعَوَّذَ مِنْهَا، وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ ـ قَالَ شُعْبَةُ أَمَّا مَرَّتَيْنِ فَلاَ أَشُكُّ ـ ثُمَّ قَالَ ‏"‏ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Narasi dari `Adi bin Hatim

Nabi (ﷺ) menyebutkan neraka (neraka) dan berlindung (kepada Allah) darinya, lalu memalingkan wajahnya ke sisi lain. Dia menyebut api neraka lagi dan berlindung darinya dan memalingkan wajahnya ke sisi lain. (Shu`ba, sub-narator, berkata, “Saya tidak ragu bahwa Nabi (ﷺ) mengulanginya dua kali.”) Nabi (ﷺ) kemudian berkata, “Wahai manusia! Selamatkanlah dirimu dari neraka sekalipun dengan setengah buah kurma (diberikan sedekah), dan jika itu tidak tersedia, maka (selamatkanlah dirimu) dengan ucapan yang baik dan ramah.

Comment

Hadis tentang Mencari Perlindungan dari Api Neraka

Diriwayatkan oleh Abu Huraira: Nabi (ﷺ) menyebutkan Api (Neraka) dan mencari perlindungan (kepada Allah) darinya, dan memalingkan wajahnya ke sisi lain. Beliau menyebutkan Api (Neraka) lagi dan mengambil perlindungan (kepada Allah) darinya dan memalingkan wajahnya ke sisi lain. (Shu`ba, perawi bawahan, berkata, "Saya tidak ragu bahwa Nabi (ﷺ) mengulanginya dua kali.") Nabi (ﷺ) kemudian berkata, "(Wahai manusia!) Selamatkan dirimu dari Api (Neraka) meskipun dengan setengah buah kurma (yang diberikan sebagai sedekah), dan jika ini tidak tersedia, maka (selamatkan dirimu) dengan mengucapkan kata yang baik, menyenangkan, dan ramah." (Sahih al-Bukhari 6023)

Komentar Ulama tentang Tindakan Nabi

Pencarian perlindungan berulang Nabi dari Api menunjukkan betapa seriusnya masalah ini. Pemalingan fisiknya menandakan keengganan alami manusia terhadap hukuman seperti itu dan mengajarkan kita untuk menumbuhkan ketakutan yang tulus terhadap murka Allah. Pengulangan ini menekankan keseriusan yang harus dipegang oleh orang beriman terhadap Akhirat.

Para ulama menjelaskan bahwa mencari perlindungan (isti'adha) dalam konteks ini berarti meminta Allah untuk perlindungan dan keselamatan dari hukuman Api Neraka. Cara mengajar Nabi di sini menggabungkan doa verbal dan demonstrasi fisik, membuat pelajaran lebih berdampak dan mudah diingat bagi para sahabatnya.

Sarana Keselamatan dari Api

Sedekah setengah kurma mewakili tindakan kebaikan minimal yang dapat menguntungkan seorang mukmin. Ulama seperti Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini mengajarkan kita bahwa tidak ada perbuatan baik yang terlalu kecil untuk ditawarkan, dan bahwa keselamatan dapat dicapai melalui tindakan ibadah dan sedekah kecil yang konsisten.

"Kata yang baik, menyenangkan, dan ramah" merujuk pada ucapan apa pun yang membawa manfaat, kenyamanan, atau kebaikan kepada orang lain. Ini termasuk salam damai, nasihat lembut, kata-kata penyemangat, dan menghindari ucapan berbahaya. Imam al-Nawawi berkomentar bahwa ini menunjukkan nilai besar dari ucapan baik dalam ajaran Islam.

Implikasi Praktis bagi Orang Beriman

Hadis ini mengajarkan bahwa keselamatan memerlukan usaha aktif. Para ulama menekankan bahwa iman harus disertai dengan perbuatan saleh, tidak peduli betapa kecilnya kelihatannya. Perkembangan dari sedekah ke kata-kata baik menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kapasitas untuk bekerja menuju keselamatan.

Ajaran ini juga menyoroti aksesibilitas jalan keselamatan Islam. Bahkan mereka dengan sarana terbatas dapat berpartisipasi melalui tindakan sedekah sederhana atau ucapan baik. Ini mencerminkan rahmat dan kepraktisan ajaran Islam, membuat kemajuan spiritual mungkin bagi semua orang beriman terlepas dari keadaan mereka.