حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ، سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ، سَمِعْتُ مَسْرُوقًا، قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو‏.‏ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ مَسْرُوقٍ، قَالَ دَخَلْنَا عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو حِينَ قَدِمَ مَعَ مُعَاوِيَةَ إِلَى الْكُوفَةِ فَذَكَرَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلاَ مُتَفَحِّشًا، وَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنَّ مِنْ أَخْيَرِكُمْ أَحْسَنَكُمْ خُلُقًا ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Narasi Masruq

Abdullah bin 'Amr menyebutkan Rasulullah (ﷺ) mengatakan bahwa dia bukan seorang Fahish atau seorang Mutafahish. Abdullah bin 'Amr menambahkan, Rasulullah (ﷺ) berkata, 'Yang terbaik di antara kamu adalah orang-orang yang memiliki sopan santun dan karakter yang terbaik. '

Comment

Adab dan Tata Krama yang Baik (Al-Adab)

Sahih al-Bukhari - Hadis 6029

Teks Hadis

Abdullah bin 'Amr menyebutkan Rasulullah (ﷺ) berkata bahwa beliau bukanlah seorang Fahish maupun Mutafahish. Abdullah bin 'Amr menambahkan, Rasulullah (ﷺ) bersabda, 'Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang memiliki adab dan akhlak terbaik.'

Komentar Ilmiah

Istilah "Fahish" merujuk pada orang yang mengucapkan ucapan kotor atau tidak senonoh, sementara "Mutafahish" menunjukkan orang yang secara aktif mencari atau menyebarkan pembicaraan tidak senonoh semacam itu. Jarak Nabi dari kedua kualitas ini menunjukkan sifat komprehensif dari keunggulan moralnya.

Hadis ini menetapkan bahwa keunggulan sejati dalam Islam diukur bukan hanya oleh keturunan, kekayaan, atau pengetahuan saja, tetapi oleh kesempurnaan karakter dan perilaku seseorang. Orang terbaik adalah mereka yang mewujudkan standar etika tertinggi dalam hubungan mereka dengan Allah dan ciptaan-Nya.

Ulama Islam menekankan bahwa akhlak yang baik mencakup semua kebajikan: kejujuran, kesabaran, kedermawanan, kerendahan hati, dan menghindari bahaya bagi orang lain. Pengajaran ini selaras dengan deskripsi Al-Qur'an tentang Nabi: "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung" (Quran 68:4).

Aplikasi Praktis

Umat Muslim diperintahkan untuk membersihkan ucapan mereka dari segala bentuk kekotoran, kekasaran, dan candaan yang tidak pantas. Lidah seorang mukmin harus digunakan dalam mengingat Allah, berbicara kebenaran, dan mempromosikan kebaikan.

Pengajaran ini mendorong reformasi diri yang berkelanjutan dan pengembangan kualitas mulia. Pengejaran karakter yang unggul dianggap sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan seseorang kepada Allah dan mendapatkan pahala besar di Akhirat.