Sahih al-Bukhari
Sahih al-Bukhari 6118
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما مَرَّ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَى رَجُلٍ وَهْوَ يُعَاتَبُ فِي الْحَيَاءِ يَقُولُ إِنَّكَ لَتَسْتَحْيِي. حَتَّى كَأَنَّهُ يَقُولُ قَدْ أَضَرَّ بِكَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنَ الإِيمَانِ ".
Ahmad bin Yunus telah menyampaikan kepada kami: Abdul Aziz bin Abi Salamah telah menyampaikan kepada kami: Ibnu Syihab telah menyampaikan kepada kami, dari Salim, dari Abdullah bin Umar —semoga Allah meridai keduanya—: Nabi ﷺ melewati seorang laki-laki yang sedang ditegur karena rasa malunya. Mereka berkata kepadanya, “Engkau sangat pemalu,” seakan-akan mengatakan bahwa hal itu merugikannya. Rasulullah ﷺ bersabda, “Biarkan dia, karena rasa malu adalah bagian dari iman.”