حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ آدَمَ، قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، قَالَ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَقْرَأُ السَّجْدَةَ وَنَحْنُ عِنْدَهُ فَيَسْجُدُ وَنَسْجُدُ مَعَهُ فَنَزْدَحِمُ حَتَّى مَا يَجِدُ أَحَدُنَا لِجَبْهَتِهِ مَوْضِعًا يَسْجُدُ عَلَيْهِ‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan Ibnu 'Umar

Ketika Nabi (صلى الله عليه وسلم) membaca Surat As-Sajda dan kami bersamanya, beliau akan bersujud dan kami juga akan bersujud bersamanya dan beberapa dari kami (karena terburu-buru) tidak akan menemukan tempat (untuk dahi kami) untuk bersujud.

Comment

Sujud Selama Pembacaan Al-Qur'an

Sahih al-Bukhari 1076

Teks Hadis

Ketika Nabi (ﷺ) membaca Surat As-Sajda dan kami bersamanya, beliau akan bersujud dan kami juga akan bersujud bersamanya dan beberapa dari kami (karena desakan yang berat) tidak menemukan tempat (untuk dahi kami) untuk bersujud.

Komentar

Narasi ini menunjukkan sifat wajib sujud selama pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung sajdah (sujud). Peniruan segera para Sahabat terhadap tindakan Nabi tanpa perintah eksplisit menunjukkan bahwa ini adalah sunnah yang mapan.

Penyebutan kepadatan menunjukkan pengabdian besar para Sahabat dan keinginan mereka untuk mengikuti contoh Nabi, bahkan dalam keadaan fisik yang menantang. Ini mencerminkan pentingnya melakukan sujud pembacaan dengan segera.

Para ulama menyimpulkan dari ini bahwa sujud selama pembacaan Al-Qur'an adalah kewajiban kolektif ketika didengar, dan harus dilakukan segera setelah mendengar ayat sujud, mengikuti praktik Nabi tanpa penundaan.

Keputusan Hukum

Mayoritas ulama berpendapat bahwa sujud selama pembacaan adalah sunnah mu'akkadah (tradisi yang ditekankan) bagi pembaca dan pendengar. Hanafi menganggapnya wajib (wajib), sementara yang lain memandangnya sebagai mustahabb (disarankan).

Signifikansi Spiritual

Sujud ini melambangkan penyerahan total kepada keagungan Allah ketika menemui ayat-ayat yang menyebutkan sujud atau menggambarkan kebesaran Allah. Ini berfungsi sebagai manifestasi fisik dari kekaguman spiritual yang dialami ketika mendengar firman Allah.