حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْعِجْلِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطُّفَاوِيُّ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أُعْطِيتُ مَفَاتِيحَ الْكَلِمِ، وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ، وَبَيْنَمَا أَنَا نَائِمٌ الْبَارِحَةَ إِذْ أُتِيتُ بِمَفَاتِيحِ خَزَائِنِ الأَرْضِ حَتَّى وُضِعَتْ فِي يَدِي ‏"‏‏.‏ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَذَهَبَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَنْتُمْ تَنْتَقِلُونَهَا‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Umar

Rasulullah (ﷺ) berkata, "Aku melihat diriku (dalam mimpi) di dekat Ka'bah tadi malam, dan aku melihat seorang pria dengan kulit merah keputihan, yang terbaik yang dapat kamu lihat di antara orang-orang dengan kulit itu yang berambut panjang mencapai daun telinganya yang merupakan rambut terbaik dari jenisnya, dan dia telah menyisir rambutnya dan air turun darinya. dan dia melakukan Tawaf di sekitar Ka'bah sementara dia bersandar pada dua orang atau di bahu dua orang. Saya bertanya, 'Siapa pria ini?' Seseorang menjawab, '(Dia) Mesias, anak Maria.' Kemudian saya melihat seorang pria lain dengan rambut yang sangat keriting, buta di mata kanan yang tampak seperti anggur yang menonjol. Saya bertanya, 'Siapa ini?' Seseorang menjawab, '(Dia) Mesias, Ad-Dajjal.'"

Comment

Interpretasi Mimpi - Sahih al-Bukhari 6999

Narasi otentik dari Nabi Muhammad (ﷺ) ini mengandung wawasan spiritual yang mendalam melalui mimpi yang diilhami secara ilahi. Penglihatan dua sosok mesianik yang berbeda berfungsi sebagai panduan bagi komunitas Muslim hingga Hari Kiamat.

Penglihatan Isa, Putra Maryam

Deskripsi Isa (Isa ibn Maryam) sebagai "kulit kemerahan keputihan" menunjukkan kebangsawanan dan kemurnian dalam tradisi Islam. Rambutnya yang panjang hingga mencapai cuping telinga mewakili keindahan yang moderat, menghindari ekstrem. Rambut yang disisir dengan air menetes menandakan kemurnian spiritual dan persiapan untuk ibadah. Bersandar pada dua pria selama Tawaf menunjukkan sifat manusianya dan kebutuhan akan dukungan, menyangkal klaim ketuhanan.

Pelaksanaan Tawafnya di sekitar Ka'ba mengonfirmasi statusnya sebagai nabi Muslim yang mengikuti monoteisme Abrahamik. Penglihatan ini meramalkan kembalinya Isa sebelum Hari Kiamat, ketika dia akan mematahkan salib, menghapuskan jizyah, dan menegakkan hukum Islam.

Penglihatan Al-Masih Palsu

Deskripsi Ad-Dajjal sebagai "berambut sangat keriting" mewakili distorsi dan penipuan. Kebutaannya di mata kanan melambangkan korupsi persepsi spiritual - sisi kanan secara tradisional mewakili kebenaran dan kebaikan dalam simbolisme Islam. Mata yang menyerupai "anggur yang menonjol" menunjukkan penampilannya yang tidak wajar dan menjijikkan.

Deskripsi terperinci ini berfungsi sebagai perlindungan ilahi, memungkinkan orang beriman untuk mengenali penipu terakhir. Kontras antara dua sosok ini menetapkan perjuangan abadi antara kebenaran dan kepalsuan, dengan Isa akhirnya mengalahkan Ad-Dajjal saat kembalinya.

Komentar Ilmiah

Ibn Hajar al-Asqalani mencatat bahwa mimpi ini terjadi selama perjalanan malam Nabi (Isra'), menjadikannya penglihatan yang benar daripada mimpi biasa. Detail spesifik memberikan pengenal otentik untuk melindungi generasi mendatang dari penipuan.

Al-Qurtubi menekankan bahwa mimpi Nabi adalah wahyu dari Allah, berfungsi sebagai peringatan dan panduan. Penempatan penglihatan ini di dekat Ka'ba menekankan sentralitas monoteisme murni dalam membedakan kebenaran dari kepalsuan.

Cendekiawan kontemporer menyoroti relevansi berkelanjutan dari narasi ini, mengingatkan umat Islam untuk mematuhi ajaran Al-Qur'an dan bimbingan Kenabian sebagai perlindungan terhadap penyimpangan ideologis modern dan klaim mesianik palsu.