melihat Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) ketika shalat 'Ashar tiba dan orang-orang mencari air untuk berwudhu tetapi mereka tidak dapat menemukannya. Kemudian (panci penuh) air untuk berwudhu dibawa kepada Rasul Allah. Dia memasukkan tangannya ke dalam panci itu dan memerintahkan orang-orang untuk berwudhu darinya. Saya melihat air mengalir keluar dari bawah jari-jarinya sampai mereka semua berwudhu (itu adalah salah satu mukjizat Nabi).
Wudhu - Sahih al-Bukhari 169
Saya melihat Rasulullah (ﷺ) ketika waktu shalat Ashar tiba dan orang-orang mencari air untuk berwudhu tetapi mereka tidak dapat menemukannya. Kemudian, (sebuah wadah penuh) air untuk wudhu dibawa kepada Rasulullah. Beliau memasukkan tangannya ke dalam wadah itu dan memerintahkan orang-orang untuk berwudhu darinya. Saya melihat air memancar dari bawah jari-jarinya hingga semua mereka menyelesaikan wudhu (ini adalah salah satu mukjizat Nabi).
Komentar tentang Hadis
Riwayat ini menunjukkan salah satu mukjizat jelas (mu'jizat) yang diberikan kepada Nabi Muhammad (ﷺ) dengan izin Allah. Kelangkaan air dan aliran ajaib berikutnya dari jari-jarinya yang diberkati berfungsi sebagai bukti nyata kenabiannya.
Para ulama mencatat bahwa insiden ini terjadi pada waktu shalat Ashar, menekankan pentingnya melaksanakan shalat berjamaah dan tepat waktu, bahkan ketika menghadapi kesulitan. Pencarian air oleh para Sahabat menunjukkan komitmen mereka terhadap kesucian ritual.
Air yang mengalir dari antara jari-jari Nabi melambangkan berkah spiritual dan fisik yang memancar dari pribadinya. Sebagaimana air menyucikan tubuh, ajaran Nabi menyucikan jiwa. Mukjizat ini juga menggambarkan kekuasaan Allah untuk memanifestasikan fenomena luar biasa melalui hamba-hamba pilihan-Nya.
Peristiwa ini mengajarkan orang beriman tentang ketergantungan kepada Allah selama kesulitan dan menunjukkan bahwa bantuan ilahi datang kepada mereka yang berusaha memenuhi kewajiban agama meskipun ada rintangan.