Sahih al-Bukhari
Sahih al-Bukhari 178
Siapa pun yang menganggap untuk tidak mengulangi wudhu kecuali jika sesuatu dikeluarkan atau dikeluarkan dari pintu keluar (bagian pribadi depan atau belakang)
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ مُنْذِرٍ أَبِي يَعْلَى الثَّوْرِيِّ، عَنْ مُحَمَّدٍ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ، قَالَ قَالَ عَلِيٌّ كُنْتُرَجُلاً مَذَّاءً، فَاسْتَحْيَيْتُ أَنْ أَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ بْنَ الأَسْوَدِ فَسَأَلَهُ فَقَالَ " فِيهِ الْوُضُوءُ ". وَرَوَاهُ شُعْبَةُ عَنِ الأَعْمَشِ
Terjemahan
Diriwayatkan 'Ali
Dulu saya sering mengalami keputihan urin emosional dan merasa malu untuk bertanya kepada Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) tentang hal itu. Jadi saya meminta Al-Miqdad bin Al-Aswad untuk bertanya (Nabi (صلى الله عليه وسلم)) tentang hal itu. Al-Miqdad bertanya kepadanya dan dia menjawab, "Seseorang harus berwudhu (setelahnya)."