Bulugh al-Maram
Book 5, Hadith 53
Teks hadis bahasa Arab
وَعَنْهَا قَالَتْ: { اَلسُّنَّةُ عَلَى اَلْمُعْتَكِفِ أَنْ لَا يَعُودَ مَرِيضًا, وَلَا يَشْهَدَ جِنَازَةً, وَلَا يَمَسَّ امْرَأَةً, وَلَا يُبَاشِرَهَا, وَلَا يَخْرُجَ لِحَاجَةٍ, إِلَّا لِمَا لَا بُدَّ لَهُ مِنْهُ, وَلَا اعْتِكَافَ إِلَّا بِصَوْمٍ وَلَا اعْتِكَافَ إِلَّا فِي مَسْجِدٍ جَامِعٍ } رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَلَا بَأْسَ بِرِجَالِهِ, إِلَّا أَنَّ اَلرَّاجِحَ وَقْفُ آخِرِهِ 1 .1 - حسن. رواه أبو داود ( 2473 ) وأعل بما لا يقدح كما تجده في " الأصل ".
Terjemahan
Sunnah bagi orang yang beri'tikaf adalah tidak menjenguk orang sakit, tidak menghadiri jenazah, tidak menyentuh perempuan dan tidak bercampur dengannya, dan tidak keluar untuk suatu keperluan kecuali untuk sesuatu yang tidak dapat dihindarinya, dan tidak ada i'tikaf kecuali dengan puasa dan tidak ada i'tikaf kecuali di masjid jami'.
Hanya saja, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa bagian akhirnya adalah mauquf.