وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عَمْرِوٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: { جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى اَلنَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم -فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! مَا اَلْكَبَائِرُ?. … فَذَكَرَ اَلْحَدِيثَ, وَفِيهِ قُلْتُ: وَمَا اَلْيَمِينُ اَلْغَمُوسُ? قَالَ:" اَلَّذِي يَقْتَطِعُ مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ, هُوَ فِيهَا كَاذِبٌ"} أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ. 1 .1 - صحيح. رواه البخاري ( 6920 ).
Terjemahan
Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Amr (RA)
Seorang Arab gurun datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata, “Wahai Rasulullah, apa dosa besar?” Narator melaporkan hadis dan berisi: “Sumpah palsu.” Itu juga berisi: Saya bertanya, “Apa sumpah palsu itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Itu adalah sumpah yang dengannya seseorang mengambil kepemilikan harta seorang Muslim, sementara dia berdusta.” ﷺ [Al-Bukhari memberitahukannya].