Mengenakan rambut hingga ke bahu dan mengenakan kepang Sunan Ibn Majah 3632
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَسْدُلُونَ أَشْعَارَهُمْ وَكَانَ الْمُشْرِكُونَ يَفْرِقُونَ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ يُحِبُّ مُوَافَقَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ . قَالَفَسَدَلَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ نَاصِيَتَهُ ثُمَّ فَرَقَ بَعْدُ .
Terjemahan
Tidak diragukan bahwa Ibnu 'Abbas mengatakan
"Orang-orang Kitab biasa membiarkan rambut mereka tergerai, dan para penyembah berhala biasa membelah rambut mereka. Rasulullah (ﷺ) lebih suka menjadi seperti Ahli Kitab. Maka Rasulullah (ﷺ) membiarkan lelukannya menggantung, kemudian setelah itu dia membelahkannya."