Orang yang membiarkan pakaiannya menyeret karena kesombongan Sunan Ibn Majah 3571

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ مَرَّ بِأَبِي هُرَيْرَةَ فَتًى مِنْ قُرَيْشٍ يَجُرُّ سَبَلَهُ فَقَالَ يَا ابْنَ أَخِي إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ يَقُولُ ‏"‏ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ مِنَ الْخُيَلاَءِ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ له يَوْمَ الْقِيَامَةِ ‏"
Terjemahan
Tidak diragukan bahwa seorang pemuda Quriash melewati Abu Hurairah dengan jubahnya menyeret. Katanya

"Wahai keponakanku! Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Barangsiapa membiarkan pakaiannya terseret karena kesombongan, Allah tidak akan memandangnya pada hari kiamat.'"